X
 


Soldiritas Dilakukan Warga Kampung Sawah Semper Timur, Tuntut Ganti Rugi Bangunan Akibat Proyek Tol Cilincing - Cibitung

Charles - Oct 02, 2022 22:18:09

JAKARTA, sinarpagibaru.id - Sedikitnya lima RT dari satu RW di wilayah  Kelurahan Semper Timur Kecamatan Cilincing Jakarta Utara melakukan bentuk soldiritas, dalam bentuk solidaritas tersebut didukung oleh FSPTI - KSPSI serta Pemuda Batak Bersatu (PBB) Jakarta Utara, terkait adanya pembangunan tol Cibitung Cilincing pada Minggu (2/10/2022), di depan lahan mega proyek  tol Cilincing - Cibitung.

Bentuk, dari solidaritas tersebut merupakan sebagai upaya tuntutan warga kepada Pemerintah DKI maupun Pemerintah Pusat untuk segera mengganti kan hak - hak warga atas ganti rugi bangunan yang layak, yang selama 30 tahun di tempatin warga.

" Kami dari RT 5, 6, 8, 9, dan 10 yang melingkupi Rw 11 melakukan solidaritas untuk menuntut hak, saya warga yang terdampak pembebasan tol Cilincing Cibitung, menolak pemberiaan harga yang tidak sesuai dan tidak layak. Secara pribadi bukan menolak atau memberentihkan  atau juga tidak mendukung pekerjaan pembangunan jalan tol Cilincing Cibitung melainkan karena hak kami sebagai warga tak terpenuhi," tegasnya Timbul F Malau.

Lanjutnya, kami tidak muluk - muluk mengenai harga, harga yang kami inginkan yang sesuai dan wajar, sambungnya Timbul F Malau yang juga bagian dari PBB.

Senada, disampaikan juga Ketua dari FSPTI - KSPSI Jakarta Utara yang turut angkat bicara adanya pembangunan jalan tol Cilincing - Cibitung yang tidak berpihak kepada masyarakat.

"Menurut saya soldiritas ini juga bagian dari serikat, kiranya Pemerintah lebih adil jangan sampai kita orang yang bawah ini bentrok karena kalau hal ini di biarkan akan jadi perlawanan. Jangan semena - mena tolong ditinjau ulang berikan yang terbaik karena untuk melakukan suatu perubahan Pemerintah harus merangkul bukan menindas, jika memang Pemerintah merasa kami warga dan rakyatnya  berikan yang terbaik," tuturnya Ketua FSPTI - KSPSI Armada Tarigan.

Sebagai warga Indonesia di mata Hukum serta Pemerintah semua sama, tetapi di mana Hukum untuk masyarakat kecil dengan penuh perjuangan, dengan jerih payah pendahulu kami selama 30 tahun menguruk lahan yang ada di kampung sawah dengan keringat sendiri.

"Karena apa yang dilakukan sekarang ini sudah sangat melanggar hak asasi kami yang hidup sebagai warga masyarakat Indonesia, tapi dimana Hukum sekarang untuk kami masyarakat kecil,'' ungkap warga Kampung Sawah yang juga kena dampak proyek tol Cilincing - Cibitung dengan penuh haru.

Harapan masyarakat Kampung Sawah kepada Pemerintah persoalan hak ganti rugi bangunan diselesaikan sesuai amanah Undang - Undang berlaku, serta serius untuk menanganin memberantas mafia tanah. (Tim)