X
 


Sadar Wisata, Peningkatan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat

Anton - Jun 28, 2022 09:24:47

SIMALUNGUN, sinarpagibaru.id - Kampanye Sadar Wisata adalah untuk masyarakat, dengan peningkatan kapasitas masyarakat desa wisata dalam pelayanan wisata dan pengembangan produk wisata secara inklusif dan terintegrasi, maka akan ada peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat. Untuk itu kami mengajak seluruh pelaku pariwisata memberikan layanan berkualitas kepada wisatawan dan terus melakukan adaptasi, inovasi dan kolaborasi dengan gercep (gerak cepat), geber (gerak bersama) dan gaspol (garap semua potensi lapangan kerja) untuk kebangkitan pariwisata Indonesia.

Demikian dikatakan Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif secara daring, dalam acara sosialisasi yang berlangsung serentak di Desa Sibaganding (Kab.Simalungun), Desa Lumban Silintong (Kab.Toba), Desa Siboruon (Kab.Toba) dan Desa Silalahi Pagar Batu (Kab.Toba). 

Lebih lanjut Sandiaga mengatakan, Sosialisasi Sadar Wisata membangun kesadaran para pelaku pariwisata dalam mengembangkan potensi pariwisata desa melalui tiga pilar utama yakni Sapta Pesona, Pelayanan Prima dan CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability). Kita terus mendorong pariwisata berkualitas yang menawarkan experience atau pengalaman unik yang membawa kenyamanan bagi para wisatawan. Desa Wisata menjadi salah satu alternatif destinasi wisata alam yang dapat menghadirkan keunikan, melalui ciri khas produk lokal, atraksi daerah, serta pelayanan berkualitas.

Tidak hanya mengembangkan produk dan atraksi unik dari setiap desa, tapi juga pentingnya penerapan Sapta Pesona dan CHSE. Saat ini terjadi pergeseran tren pariwisata menjadi low mobility, low touch, less crowd dan hygiene. Wisatawan lebih memilih perjalanan domestik dan destinasi wisata yang tidak terlalu ramai dan aktivitas kebugaran di ruang terbuka dengan pilihan atraksi wisata alam dan budaya.

Maka Standarisasi CHSE juga menjadi penting untuk meyakinkan wisatawan. Karena wisatawan cenderung memilih destinasi yang mengedepankan rasa aman, nyaman, bersih, sehat dan seiring keberlanjutan lingkungan, ungkap Sandiaga.

Plt Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Frans Teguh mengatakan Sosialisasi Sadar Wisata adalah program strategis di tengah situasi pandemi yang tengah bergerak menuju endemi. Kita perlu menata dan memastikan upaya-upaya untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Kekuatan pariwisata saat ini berada di wilayah pedesaan, sehingga hal paling mendasar dan diperlukan dalam mewujudkan pariwisata berkualitas adalah standar pelayanan sebagai tuan rumah. “Para pelaku pariwisata tentu berharap para wisatawan merasa betah, nyaman, berkunjung dalam durasi yang lama bahkan akan datang kembali. Untuk itu aktivitas wisata yang ditawarkan harus memberikan pengalaman terbaik dan unik sehingga menarik bagi wisatawan, jelasnya sambil mengatakan Sosialisasi Sadar Wisata menjadi bagian dari rangkaian Kegiatan Kampanye Sadar Wisata yang diinisiasi oleh Kemenparekraf dan didukung oleh Bank Dunia dan menyasar sebanyak 65 Desa Wisata di tahun 2022 dan 90 Desa Wisata di tahun 2023.

Sementara itu Direktur Pengembangan SDM Pariwisata, Florida Pardosi mengatakan, selama ini Sadar Wisata telah lama menjadi landasan pengembangan kepariwisataan dengan pilar utama Sapta Pesona, namun perbedaannya dengan Kampanye Sadar Wisata kali ini adalah program dilakukan secara lengkap, komprehensif, lebih kekinian dan adaptif sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dengan adanya elemen pelayanan prima dan CHSE.

Selain itu, kegiatan ini juga bersifat berkelanjutan dan berkesinambungan yang dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari sosialisasi, pelatihan, pendampingan, penyusunan program pengembangan desa wisata, pendampingan, penilaian hingga apresiasi. Kami juga menyasar warga yang mayoritas belum pernah mengikuti kegiatan sadar wisata sebelumnya, jelas Florida.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simalungun, M Fikri Fanani Damanik, saat menghadiri acara pembukaan kegiatan sosialiasi di Kabupaten Simalungun mengatakan, kami berharap para pelaku pariwisata yang telah dididik nantinya dapat menjadi contoh dan inspirasi dalam pengembangan pariwisata desa.

Kabupaten imalungun yang terdiri dari 32 kecamatan memperoleh banyak berkah dengan dianugerahi banyak potensi wisata alam yang luar biasa, mulai dari kebun kopi, hingga wilayah perbukitan yang indah dengan pohon-pohon pinus. Potensi wisata budaya yang bisa dikembangkan oleh masyarakat juga sangat beragam di setiap desa. Semuanya harus dimaksimalkan untuk memberi kesejahteraan bagi warga masyarakat, ungkapnya.

Sementara itu Plt.Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Rusti Hutapea juga mengatakan, dengan adanya edukasi terkait sadar wisata, setiap warga desa di Kabupaten Toba diharapkan dapat melayani wisatawan layaknya keluarga, “Mari kita sambut wisatawan itu layaknya tulang dan nantulang (Raja dalam adat Batak – Red),” tegas Rusti Hutapea.

Warga yang telah memperoleh edukasi sadar wisata ini semoga dapat meningkatkan rasa kepedulian terhadap kebersihan dan berpartisipasi dalam pengembangan destinasi pariwisata di Kabupaten Toba, yang sangat kaya dan beragam mulai dari wisata alam, hingga wisata budaya dan sejarah yang ada di setiap desa-desa wisata yang ada di Kabupaten Toba, tandasnya.

Tidak ketinggalan, Aman Saragih warga Kabupaten Simalungun kepada wartawan SPB mengatakan, selain sosialisasi pemerintah juga seyogyganya menyediakan fasilitas yang lebih menarik lagi bagi para wisatawan untuk datang ke Danau Toba. Misalnya dibuat semacam tempat perbelanjaan barang-barang “branded” yang murah meriah namun tetap tempat itu juga harus menjual barang-barang lokal sehingga juga ada keterpaduan pihak swasta dengan masyarakat.

Kedepannya, kalau perlu dirancangkan MRT atau Kereta Api Danau Toba yang mengitari seluruh Danau Toba dan berhenti di setiap objek-objek wisata. Juga Kereta Gantung, sehingga para wisatawan dimanjakan dengan pemandangan yang sangat indah dari Danau Toba ini, ungkap Aman Saragih sambil mengatakan baru nyata dukungan pemerintah dalam pengembangan pariwisata Danau Toba. (Antoni Fernando)