X
 


Pertama Di Kalsel, Berdasarkan Keadilan RJ, Kejari Tabalong Hentikan Penuntutan Dalam Perkara Lalu Lintas

Charles - Dec 08, 2022 15:15:03

TANJUNG, sinarpagibaru.id - Kamis, (08/12/2022), Kepala Kejaksaan Negeri Tabalong Mohamad Ridosan, S.H., M.H., Pada hari kamis tanggal 08 Desember 
2022 bertempat di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Tabalong, membacakan penetapan penghentian 
penuntutan berdasarkan keadilan Restorative Justice sesuai dengan surat ketetapan Nomor Tap-
211/0.3.16/Eoh.2/12/2022 tanggal 08 Desember 2022, yang sebelumnya telah dilakukan Expose pada 
Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan pada tanggal 01 Desember 2022 dan pada Jaksa Agung Muda Tindak 
Pidana Umum pada tanggal 07 Desember 2022. 
 
Selanjutnya dikeluarkan Surat Persetujuan Penyelesaian 
Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan Nomor : R-
21/0.3/Eoh.2/12/2022 pada tanggal 07 Desember 2022.
 
Bahwa Tersangka atas nama Abdul Rahman Als Abdul Bin Rachmadi (Alm) berusia 32 Tahun yang merupakan warga Kel. Mabuun Kec. Murung Pudak Kab. Tabalong Prov. Kalimantan Selatan, telah mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas 
dengan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam 
Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan 
Angkutan Jalan. dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak 
Rp 12.000.000".
 
Bahwa kecelakaan tersebut terjadi pada hari Kamis tanggal 20 Oktober 2022 sekira jam 16.45 Wita,.
Berawal ketika Tersangka yang sedang mengemudikan mobil merk Toyota Avanza warna putih dengan 
Nomor Polisi DA 1240 TH dari arah Polres Tabalong menuju ke Jalan Pandan Arum, Rt.15, Kelurahan 
Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Propinsi kalimantan Selatan. Kondisi jalan pada saat itu dalam keadaan lengang pada waktu itu Tersangka melihat Korban sedang berjalan dipinggir jalan namun ketika Tersangka melintas didekat Korban, Korban langsung menyeberang jalan tanpa melihat mobil yang dikemudikan oleh Tersangka. 
 
Tersangka yang sedang melintas dijalan tersebut tidak memberikan peringatan atau membunyikan klakson dan Tersangka tetap melaju dengan tidak 
mengurangi kecepatan yang selanjutnya mobil yang dikemudikan oleh Tersangka menabrak Korban sehingga Korban terjatuh dan menyebabkan kepala Korban terlindas oleh ban mobil yang dikemudikan Tersangka. 
 
Akibat kelalaian Tersangka, mengakibatkan Korban SYAFIQ AL FARIZ Bin MUHAMMAD FAKIH HIDAYAT Luka Berat, berdasarkan Visum Et Repertum dari RSUD H. BADARUDDIN KASIM Nomor : B.18 /RSUB/RM/445/X2022 tanggal 21 Oktober 2022 dan kemudian korban dinyatakan meninggal dunia 
berdasarkan Surat Keterangan Meninggal Dunia atas nama Korban SYAFIQ AL FARIZ nomor: 
0100/RSUHBK/TU-UM/472.1/03/2020 tanggal 20 Oktober 2022 yang dikeluarkan oleh RSUD H. 
BADARUDDIN KA.
 
Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 5 Perja 15/2020 Jo. SEJA 01/E/EJP/02/2022, bahwa tersangka 
telah memenuhi syarat untuk dilakukan Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restorative Justice yaitu Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, dan tindak pidana yang disangkakan diancam dengan pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 Tahun dan 
memenuhi kerangka pikir keadilan restorative antara lain dengan memperhatikan atau mempertimbangkan keadaan Tersangka menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kemudian keluarga Tersangka telah memberikan tali asih kepada Orang Tua Korban pada tahap penyidikan berupa uang sebesar Rp.25.000.000,00.
 
Tersangka adalah 
teman dan rekan dalam perusahaan yang sama. Tersangka mempunyai tanggung jawab anak berusia 8 ( 
Delapan ) Bulan yang sedang sakit (menderita Down Syndrom dan penyakit jantung) sehingga membutuhkan biaya untuk pengobatan.
 
Bahwa rangkaian kegiatan tersebut berjalan dengan aman dan kondusif serta tetap menerapkan 
protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (din/lsr).