X
 


Permohonan Persetujuan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan RJ Kejari Tabalong

Charles - Nov 16, 2022 16:15:16

TANJUNG, sinarpagibaru.id - Rabu, (16/11/2022), Kepala Kejaksaan Negeri Tabalong Mohamad Ridosan, S.H., M.H., telah melaksanakan Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restorative Justice sesuai dengan surat ketetapan penyelesaian perkara Nomor Tap-210/O.3.16/Eoh.2/11/2022 tanggal 16 November 2022, yang sebelumnya telah dilakukan Expose pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan pada tanggal 10 November 2022 dan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum pada tanggal 15 November 2022. Selanjutnya dikeluarkan Surat Persetujuan Penyelesaian Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan pada tanggal 15 November 2022. 
 
Bahwa sebelum membacakan surat ketetapan penyelesaian perkara Kepala Kejaksaan Negeri Tabalong Mohamad Ridosan, S.H., M.H., telah menerbitkan surat perintah pengeluaran dari tahanan dengan nomor Print-897/O.3.16/Eoh.2/11/2022 tanggal 16 November 2022 agar Tersangka dapat dihadirkan di Kantor Kejaksaan Negeri Tabalong untuk selanjutnya diantarkan kembali ke keluarganya.
 
Bahwa Tersangka atas nama Cornelius Palino Alias Gumpal anak dari Dewan Utus berumur 45 Tahun beralamat di Desa Warukin Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan telah melakukan Tindak Pidana Penipuan yang Melanggar Pasal 378 KHUP atau Tindak Pidana Penggelapan yang Melanggar Pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun, dengan korban atas nama Yedi Yulianto Bin Suyono berumur 59 Tahun beralamat di Kelurahan Pemurus Dalam, Kec. Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.
 
Kejadian tersebut berawal dari tersangka Cornelius Palno menerima titipan Mobil Mitsubishi Triton DA 8122 HJ dari Ghofur Nurcholis dengan maksud untuk di rentalkan ke PT. Buma lalu Ghofur Nurcholis pernah mengatakan bahwa agak berat membayarkan kredit bulanannya. 
 
Selanjutnya tanpa sepengetahuan dari Ghofur Nurcholis, pada hari Jumat tanggal 10 Juni 2022 sekitar pukul 14.00 Wita, bertempat di sebuah Café di Jalan Singa Karsa No. 15 RT. 002/RW. 001 Kelurahan Kandangan Barat Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tersangka Cornelius Palno menawarkan mobil tersebut kepada korban Yedi Yulianto Bin Suyono untuk men take-over kredit dengan mengatakan mobil tersebut milik Tersangka Cornelius Palno dan mengiming-ngimingi dengan keuntungan 6-9 juta perbulan dari hasil rental mobil tersebut di PT. Buma. 
 
Kemudian Tersangka Cornelius Palno dan korban Yedi Yulianto Bin Suyono menyepakati dengan harga Rp. 85.000.000 (Rp. 35.000.000 dibayarkan pada saat pertemuan pertama di Kabupaten HSS dan sisanya sebesar Rp. 50.000.000 dibayarkan di Kabupaten Tabalong) namun setelah pembayaran mobil tersebut tidak pernah diserahkan kepada korban Yedi Yulianto Bin Suyono dan korban Yedi Yulianto Bin Suyono baru mengetahui ternyata pemilik mobil sebenarnya adalah Ghofur Nurcholis. Selanjutnya Tersangka tidak bisa dihubungi oleh korban Yedi Yulianto Bin Suyono.
 
Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 5 Perja 15/2020 Jo. SEJA 01/E/EJP/02/2022, bahwa tersangka telah memenuhi syarat dalam ketentuan tersebut yaitu Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, dan tindak pidana yang disangkakan diancam dengan pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 Tahun dan memenuhi kerangka pikir keadilan restorative antara lain dengan memperhatikan / mempertimbangkan keadaan Tersangka menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya serta telah memberikan ganti kerugian berupa pengembalian uang sebesar Rp85.000.000,- kepada Korban.
 
Bahwa rangkaian kegiatan tersebut berjalan dengan aman dan kondusif serta tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. pungkasnya. (din/lsr).