X
 


Laba PT AMML Barabai TA 2023 Capai 7 Miliar Diduga Bermasalah

Charles - Jul 04, 2024 18:20:18

BARABAI, SINARPAGIBARU.ID - Beberapa tahun yang silam PT. Air Minum Murakata Lestari (AMML) Babarai ditimpa masalah korupsi pengadaan zat kimia/tawas tahun 2018 - 2019 sebesar 2,4 miliar yang melibatkan 4 orang jadi tersangka diantaranya RA selaku Direktur kala itu, dan perkaranya sudah selesai di 2021. Kini muncul lagi kasus dugaan pengelolaan keuangan PT. Air Minum Murakata Lestari (AMML) Babarai di sinyalir tidak transparan terkait laba keuntungan tahun 2023 mencapai 7 miliar tidak diketahui penggunaannya.
 
Hal ini di ungkapkan oleh DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang mencurigai tata kelola PT. Air Minum Murakata Lestari (AMML) Babarai yang diduga sedang bermasalah.
 
Perusahaan milik daerah itu dinilai tidak transparan dalam tata kelola kepegawaian dan keuangan. Apalagi PT. AMML tidak hadir saat diundang untuk klarifikasi beberapa waktu lalu.
 
Anggota Komisi II DPRD HST, Yazid Fahmi, yang dikonfirmasi media ini, di Barabai, Kamis (04/07/2024) siang, mengatakan, sebagai mitra kerja ia menaruh perhatian kecurigaan tata kelola dan keuangan PT. AMML tersebut bermasalah dan tidak transparan.
 
Ia secara pribadi mendorong dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) untuk mendapatkan kejelasan terkait permasalahan tersebut. Yazid mengatakan ada indikasi perbuatan melawan hukum dari tata kelola yang berjalan.
 
Kita ingin mendapatkan kejelasan atas kecurigaan ini. Apabila sudah kita Pansuskan, ia wajib hadir, katanya
 
Yajid menambahkan, sebelumnya memang pernah Direktur PT. AMML hadir saat dipanggil dewan. Akan tetapi pada saat pihaknya meminta Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), mereka tidak bisa melampirkannya.
 
Diundang lagi pertemuan berikutnya, PT. AMML malah tidak berhadir dengan alasan sedang di luar daerah. Permasalahannya dokumen RKAP yang diminta sampai saat ini belum diserahkan. Padahal itu bukan dokumen negara dan masyarakat juga berhak tahu.
 
Mereka berjanji saat itu beberapa hari setelah pertemuan akan menyerahkan RKAP, tapi sampai saat ini belum menyerahkan. Wajar kami curiga bermasalah, tegasnya
 
Yajid menegaskan, pihaknya mendapatkan beberapa informasi, keuntungan PT. AMML disalahgunakan. Pada 2023 lalu keuntungannya ditaksir mencapai Rp 7 miliar, tapi tidak diketahui ke mana penggunanya.
 
Keuntungan itu melesat diduga bersumber dari peningkatan harga jual air yang cukup signifikan. Peningkatan ini juga dinilai sarat masalah karena tidak diumumkan secara luas.
 
Makanya kami mengundang PT. AMML untuk mengklarifikasi kecurigaan-kecurigaan ini. Karena tidak ada kejelasan, rencana akan didorong dengan Pansus, tuturnya. (din/tim).