X
 


Halal itu Sehat dan Aman, Optimisme Indonesia Menjadi Produsen Utama Produk Halal di Pasar Global

Anton - Oct 10, 2022 14:10:30
Sapta Nirwandar, Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center

JAKARTA - Sekarang persepsi tentang produk-produk SMEs adalah produk dengan kualitas yang baik, kemasan yang baik dan menarik serta halal, yang artinya sehat dan aman. Dulu persepsi tentang SMEs atau produk Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) adalah lokal dan tradisional.

Demikian dikatakan Sapta Nirwandar, Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) dalam acara "4th Indonesia International Halal Lifestyle Conference", yang diselenggarakan tanggal 5-9 Oktober 2022.

Halal itu sehat dan aman, IHLC saat ini sedang bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam rangka memiliki sertifikat halal bagi produk-produk SMEs. "Melalui kerjasama dengan BPJPH, kita juga mengembangkan aplikasi yang disebut Halal Scan,"  ungkap Sapta Nirwandar.

Sapta pada kesempatan yang sama juga mengatakan, gelaran Konferensi Indonesia Halal Lifestyle tahun 2022 ini cukup berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, kita lebih fokus pada diseminasi strategi temuan-temuan dan update infomasi seputar industri halal, termasuk kita bersama-sama Bank Indonesia dan Dinar Standar memproduksi Indonesia Halal Market Report 2021-2022.

Namun pada Konferensi INHALIFE 2022 ini, lanjut Sapta, kita fokus mengimplementasikan hasil laporan yang dibuat pada tahun sebelumnya bersama Asosiasi Peritel Indonesia (APRINDO).

Secara konkrit, APRINDO merupakan boss dari segala jenis mart di Indonesia. Mulai dari hypermart, alfamart, Indomart dan lain-lain.

Jadi bagaimana produk SMEs masuk ke dalam mart-mart ini sebelum melakukan ekspor. Ini semacam pelatihan, jelas Sapta.

Sementara itu Jetti Rosila Hadi, Vice Chairwoman IHLC mengatakan, gelaran Indonesia International Halal Lifestyle Conference atau INHALIFE 2022 ini adalah dalam rangka mendorong UMKM Indonesia masuk ke dalam modern retail.  Selain seminar, pihaknya juga melakukan kurasi dan seleksi bagi UMKM untuk masuk ke dalam modern retail hingga ke pasar global.  

Dari pemberdayaan dan pendampingan yang dilakukan, banyak UMKM layak masuk modern retail bahkan siap untuk melakukan ekspor produk. "Dari program ini, kita simpulkan bahwa memiliki usaha dan menjadi seorang entrepreneur bukan hanya tentang marketing atau kemasan, namun tentang membangun metalitas petarung dan tidak putus asa dalam mencoba dan terus belajar. Sebab kita adalah the real zero to hero," kata Jetti Rosila.

Mewakili Menteri Perdagangan Zulkifli Hazan, Dedi Sumedi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Dirjen PEN) mengatakan, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) optimis Indonesia akan menjadi pemain utama dalam industri halal dunia.

Indonesia tidak hanya sebagai konsumen produk halal terbesar dunia, tetapi juga memiliki peluang besar menjadi produsen utama produk halal di pasar global atau produsen terbesar pada tahun 2024. "Kami optimis Indonesia akan menjadi produsen utama produk halal di pasar global," kata Didi.

Didi menjelaskan, jumlah populasi Muslim dunia terus meningkat. Pada tahun 2022 ini, populasi muslim mencapai 1,93 miliar atau 26 persen dari total penduduk dunia secara keseluruhan. Jumlah ini membuat kebutuhan terhadap produk halal kian meningkat. "Jumlah populasi yang besar itu membuat peningkatan permintaan terhadap produk halal, khususnya cloths, pharmacy dan kosmetik," jelas Didi.

Maka dari itu, Didi menambahkan, pihaknya dalam hal ini Kemendag, terus mengembangkan dan mempromosikan produk-produk halal hasil karya pelaku usaha UMKM Indonesia baik di pasar lokal maupun global.

Terkait pengembangan industri halal di Indonesia, Didi menyampaikan, saat ini fokus pada empat (4) jenis produk unggulan. Adapun keempat jenis produk itu antara lain modest fashion, makanan halal, obat-obatan dan kosmetik. "Diprediksi, konsumsi keempat jenis produk ini akan meningkat secara signifikan di pasar global pada tahun 2024," ungkap Didi.

Sementara menurut informasi, jika ingin menguraikan label yang tertera pada kemasan makanan apakah itu halal atau tidak, kamu bisa menggunakan aplikasi Scan Halal. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat memindai barcode yang terpasang di produk kemasan, dimana nanti hasil pindaian yang akan keluar antara halal atau non-halal. (Fernand)