X
 


GMKI Pontianak Tolak Kenaikan Harga BBM

Charles - Aug 31, 2022 17:01:23

PONTIANAK, sinarpagibaru.id - Tanda-tanda akan kenaikan harga BBM jenis Pertalite, Pertamax, dan Solar semakin kuat terdengar di Masyarakat. Hal ini disampaikan oleh pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan bahwa Presiden Joko Widodo akan mengumumkan kenaikan harga BBM pekan ini. 

Adapun alasan kuat Pemerintah dalam menaikan harga BBM Subsidi jenis Pertalite dan Solar menurut pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani adalah beratnya beban subsidi yang ditanggung mencapai angka Rp 501 Triliun, kemudian ditambah lagi Subsidi BBM yang tidak tepat sasaran karena masih banyak dinikmati oleh kalangan masyarakat mampu, dan anggaran subsidi BBM dapat dialihkan ke dalam bentuk bantuan sosial untuk kalangan masyarakat yang membutuhkan serta diharapkan tepat sasaran. 

Hal tersebut juga disampaikan oleh Menteri Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa Pemerintah Republik Indonesia telah mempersiapkan beberapa skenario dalam kenaikan harga BBM seperti pembatasan penggunaan BBM bersubsidi seperti jenis Pertalite dan Solar bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi, mempersiapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat kurang mampu yang terdata di Kementerian Sosial. Tujuan skenario tersebut ditempuh bertujuan untuk mengamankan beban APBN dalam membayar subsidi dan menjaga daya beli di masyarakat serta menjaga inflasi agar terkendali.

Mendengar wacana kenaikan harga BBM tersebut, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pontianak dengan tegas menolak dan mengecam adanya kenaikan harga BBM. Menurut Ketua GMKI Pontianak, Afen Wilriadi, sangat menyayangkan hal tersebut apabila benar terjadi. 

"Ekonomi Indonesia yang belum sepenuhnya pulih dari pandemi Covid-19, kemudian ditambah adanya beberapa harga kebutuhan pokok yang mulai melambung tinggi, dengar kabar harga BBM juga akan naik, otomatis ini seperti istilah kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula, inilah yang dialami oleh masyarakat kita, khususnya masyarakat kurang mampu mendapat kabar menyedihkan ini, Saya mewakili aspirasi masyarakat dengan tegas menolak wacana kenaikan harga BBM," ujarnya. 

Hal tersebut juga disampaikan oleh Kabid Aksi dan Pelayanan (Akspel) GMKI Pontianak, Rio Waku Aprianto, bahwa kenaikan BBM akan berdampak kepada sektor lainnya, salah satunya adalah harga kebutuhan pokok. 

"Mendapat informasi bahwa harga BBM akan naik, tentunya belajar dari pengalaman yang telah terjadi apabila harga BBM naik, maka harga kebutuhan pokok juga ikutan naik. Hal ini tentunya sangat tidak bijaksana mengingat perekonomian masyarakat belum stabil setelah dihajar oleh pandemi Covid-19, alangkah baiknya Pemerintah sebagai pihak yang berwenang dalam membuat dan memutuskan kebijakan agar mempertimbangkan banyak hal dan efeknya di masyarakat sebelum menaikan harga BBM," ujar Rio. 

Saat ini kata Afen, GMKI Pontianak siap mengawal perkembangan situasi tersebut dan selalu membersamai masyarakat terkait kenaikan harga BBM.

Apabila harga BBM tetap naik dan mengganggu bagi kelangsungan hidup masyarakat, menurut Kabid Akspel, Rio Waku Aprianto, GMKI Pontianak bersama rakyat siap menggelar aksi turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi. (tim)