Terkait Sumur Illegal, Dewan Desak Pemkab Tanjab Barat Panggil PetroChina

SPB - Jun 28, 2020 22:57:25

SINAR PAGI BARU - KUALA TUNGKAL.

Anggota Dewan desak pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk memanggil perusahaan Petrochina sebagai bentuk transfaransi pemerintah kepada publik terkait pengelolaan minyak dan gas.

Hal itu disampaikan oleh salah seorang Anggota Komisi II DPRD tanjung Jabung Barat, Sufrayogi, Rabu (24/6) lalu.

"Kita mendesak dan tantang pemkab untuk berani memanggil pihak perusahaan Petrochina untuk menyampaikan kepada publik terkait pengelolaan sumber daya alam (minyak dan gas) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini," kata Sufrayogi.

"Banyak hal yang harus dijelaskan pemkab terkait perusahaan Petrochina yang menurutnya selama ini belum diketahui oleh masyarakat kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kita curiga dengan data yang diperoleh tidak sesuai dengan fakta dilapangan, terindikasi banyak sumur illegal berdiri," jelasnya.

Tidak hanya terkait banyaknya jumlah titik bor, kekhawatiran akan penanganan cepat apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan juga hendaknya dipertimbangkan oleh pihak perusahaan Petrochina.

"Dalam undang-undang kan jelas, bumi dan seluruh kekayaan alam di kuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat," tegas Sufrayogi.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan sumber daya alam kabupaten Tanjung Jabung Barat, banyaknya sumur bor yang dihasilkan dari bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan, tidak sebanding dengan jumlah pendapatan yang diperoleh untuk kabupaten Tanjung Jabung Barat.

"Pihak perusahaan Petrochina membayar dari 6% per tahun untuk kabupaten Tanjung Jabung Barat, itu berkisar 150 milyar per tahun", jelas Yon Heri, Kepala Bapenda Tanjab Barat saat dikonfirmasi

Dijelaskannya juga, pendapatan dari 6% per tahun tersebut adalah hasil dari hitungan Dirjen Perimbangan Keuangan, dari total keseluruhan, baik dari pihak perusahaan Petrochina, Mandala dan Montdor, jelas Yon Heri.

Terpisah, Kabid Sumber Daya Alam kabupaten Tanjung Jabung Barat, Suparti menerangkan bahwa jumlah titik sumur bor minyak dan gas berjumlah 110 yang terdapat dalam 36 Pet klister.

"Berdasarkan data kita, ada 110 sumur bor yang ada di kabupaten Tanjung Jabung Barat", jelas Kabid SDA

Saat disinggung mengenai titik sumur yang berada di kecamatan Betara dan Tebing Tinggi, Kabid mengungkapkan ketidak-tahuannya mengenai hal tersebut.

"Itu yang kita tidak tau, karena datanya tidak dipisahkan per kecamatan" jelasnya

Ia juga menambahkan, status sumur izin pinjam pakai, kewenangan daerah hanya sebatas pemberitahuan sa'at pengeboran.

"Izin lokasi kalau ada sumur baru, pet baru itu izin daerah dengan masa kontrak akan berakhir pada tanggal 26 Februari 2023," tambahnya. (Chaidir Is. P & Ryandi JP)

Berita Terkait