Tender Proyek Jargas Aceh 2021 Dipertanyakan

SPB - Mar 01, 2021 17:01:12

SINAR PAGI BARU - Tender di Kementerian ESDM untuk pekerjaan Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga di Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Timur Pemasukan Tahun Anggaran 2021 senilai Rp 140 Milyar dipertanyakan.

Terbukti saat pertemuan dengan Pemda Aceh Tamiang pada awal Februari 2021 lalu, perwakilan PT Adhi Karya menyatakan pekerjaannya tidak selesai 100 persen dan akan menyelesaikan pada Oktober 2021.

Padahal tender proyek pekerjaan Jargas Tahun 2021 tersebut sedang dalam tahap proses tender, belum diketahui perusahaan pemenangnya. Dan terbukti saat diturunkannya berita ini (1 Maret 2021) proses tendernya adalah masih Masa Sanggah setelah PT ADHI KARYA (Persero) Tbk ditetapkan sebagai Pemenang Tender dengan penawaran Rp 118,9 Milyar.

Pengerjaan Jaringan Gas (Jargas) di wilayah Aceh Tahun 2020 yang dikerjakan oleh PT ADHI KARYA (Persero) Tbk terbukti tidak selesai 100 persen dan mendapat protes dari warga.

Terbukti awal Februari 2021 Pemkab Aceh Tamiang memanggil PT Adhi Karya dan Perusahaan Gas Negara (PGN) terkait banyaknya persoalan dalam pemasangan jaringan gas (jargas) rumah tangga. Dimana pemanggilan ini buntut dari banyaknya protes warga atas lambannya kerja dan tidak dilakukannya normalisasi terhadap lubang galian jargas yang sudah banyak menyebabkan kecelakaan dan membuat dinding parit rubuh.

Di ruang rapat Bupati Aceh Tamiang pada Kamis (4/2/2021), Plt Sekda Tamiang, Abdullah mengingatkan agar Adhi Karya memperbaiki seluruh dinding parit yang runtuh akibat pemasangan jargas. Saya rasa BUMN sekelas Adhi Karya yang cukup padat modal bisa bertanggungjawab memperbaikinya, ujarnya.

Plt Sekda Tamiang Abdullah juga mengaku tidak puas dengan presentasi dari PT Adhi Karya karena dinilainya terlalu lamban. Dia mendesak Adhi Karya meningkatkan kinerja ini agar aktivasi ke 4 ribu SR selesai April 2021. 

“Oktober terlalu lama, kami harap bisa selesai April. Caranya ya ditingkatkan pemasangan menjadi 50 atau 70 per hari,” kata Abdullah.

Sementara itu, Jausi, Perwakilan Adhi Karya menyatakan permintaan maaf dan mengakui tahapan pengerjaan belum selesai 100 persen. 

Alasannya, pemasangan jargas tidak sama dengan proyek jalan raya yang bisa dilakukan 24 jam. Petugas jargas bekerja tetap delapan jam karena mustahil pemasanan kompor dilakukan malam. 

“Begitu pun kami tetap akan meningkatkannya dengan target 50 kompor per hari,” ujarnya seraya mengatakan pemasangan ini selesai sepenuhnya Oktober 2021.

Sementara itu, terhadap pernyataan PT Adhi Karya itu, sumber wartawan SPB mengatakan, tendernya untuk Tahun 2021 saja belum selesai, kok PT Adhi Karya pada awal bulan Februari 2021 hebat benar berani-berani bilang akan selesai sepenuhnya Oktober 2021. Jangan-jangan tender untuk pekerjaan Tahun 2021 ini diduga tender Formalitas saja, karena sudah pasti PT Adhi Karya yang akan menang tender dan mengerjakannya, ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, padahal terbukti PT Adhi Karya sudah melampaui batas waktu kontrak Desember 2020. Juga dipertanyakan berapa besar denda yang di sampaikan ESDM ke PT Adhi Karya akibat keterlambatan ini dan mengapa tidak diblacklist saja BUMN ini? tanyanya. (Tim)

Berita Terkait