Sungai Cisadane Dipenuhi Sampah, Ini Kata Mahasiswa

SPB - Aug 27, 2021 06:32:46

SINAR PAGI BARU-TANGERANG.

Beberapa waktu lalu, sejumlah aktivis lingkungan menggelar upacara peringatan HUT RI ke-76 diatas tumpukan sampah pinggir Sungai Cisadane.

Hal tersebut memancing polemik di sejumlah kalangan, terlebih kalangan Mahasiswa. 

Ketua Aliansi Mahasiswa Peduli Cisadane, Ahmad Fhacrudin menilai kondisi ini sungguh membuat mata publik terbuka, karena ternyata kinerja pemerintah dan dinas terkait belum bekerja secara optimal dan serius dalam menangani persoalan sampah yang ada di Sungai Cisadane. 

Ia menilai, sampah yang mencemari Sungai Cisadane bukan hanya sampah industri dan sampah plastik dan hasil rumah tangga yang ditemukan disana. 

"Ada limbah pabrik ditambah lagi pasca pandemi covid-19, ditemukan banyak beberapa jenis limbah medis ditemukan hanyut di aliran sungai Cisadane yang melintasi Kota Tangerang," terang Fhacrudin, Kamis, (26/08/2021).

Ia menambahkan, seharusnya ada tindakan yang terstruktur dan sistematis dalam menangani persoalan sampah daratan, karena kita ketahui bersama pipa-pipa air dari PDAM ternyata mengambil air dari Sungai Cisadane untuk memproduksi air bersih. 

Hal ini sudah terjadi sejak tahun 1930-an era kolonial. Pasokan PDAM ini merupakan sentra pengairan bagi rumah-rumah di Kabupaten Tangerang, Tangerang Kota, hingga Tangerang Selatan. 

"Sungai Cisadane dicemari limbah berbahaya tapi menjadi sumber air PDAM, lalu ini maksudnya bagaimana dengan kesehatan masyarakat pelanggan PDAM sebagai sumber air minum dan sumber ekonomi bagi warga ?" tanya Fhacrudin.

Guna meminimalisir pencemaran lingkungan akibat dampak yang disebabkan tumpukan sampah, merujuk PERDA No 13  Tahun 2019 dalam pasal 6, seharusnya pemerintah masif dalam upaya menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran budaya masyarakat dalam pengelolaan sampah, melakukan penelitian, pengembangan teknologi penanganan sampah dan melaksanakan upaya pengurangan, penanganan, dan pemanfaatan Sampah. 

“Kami dari Aliansi Mahasiswa Peduli Cisadane memberikan #MosiTidakPercaya kepada Pemerintah Daerah, karena tidak bisa menangani permasalahan sampah yang terjadi di Sungai Cisadane," tutup Fhacrudin.

Senada dengan penjelasan diatas, Ronald Reagan, Sekjend Barisan Muda Kota Tangerang menyampaikan bahwa yang diperlukan saat ini adalah upaya pendampingan bagi masyarakat sekitar mengenai sampah yang sebenarnya bisa bernilai ekonomi dan dapat digunakan kembali.  

“Potongan sampah organik tersebut padahal dapat diolah kembali hingga nantinya menjadi pupuk (kompos)”. kata Ronald.

Ia melanjutkan, selain menjadi pupuk kompos, sampah bisa menjadi bio solar. Namun, Ronald meyakini saat ini para pemangku kepentingan di Kota Tangerang seakan tidak peduli terhadap persoalan sampah di Kota Tangerang ini. 

“Kami mendesak DPRD Kota Tangerang mengambil sikap karena tidak adanya tindakan perihal pembuangan sampah liar di Sungai Cisadane," tutup Ronald. (Crls)

Berita Terkait