Soros Sebut Kerusakan Akibat Corona Akan Bertahan Lama

SPB - May 27, 2020 07:25:08

SINAR PAGI BARU – Miliarder dunia George Soros menyebut kerusakan akibat dari virus corona akan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan oleh kebanyakan orang. Bahkan katanya Uni Eropa bisa pecah setelahnya jika blok tersebut mengeluarkan ikatan abadi untuk membantu anggota-anggotanya yang lemah seperti Italia.

Disebutkan, virus baru corona yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China pada tahun lalu, telah menghentikan ekonomi global sementara pemerintah tengah meningkatkan pinjaman ketingkat yang tidak terlihat dalam sejarah masa damai.
Sementara itu, kata Soros (89), kerusakan pada ekonomi di zona euro dari virus corona baru akan bertahan lebih lama dari yang dipikirkan kebanyakan orang. Pasalnya evolusi virus yang cepat akan menyulitkan ditemukannya vaksin yang berkualitas dan handal.

Ketua Soros Fund Management LLC ini juga menjelaskan bahwa obligasi abadi yang digunakan oleh Inggris untuk membiayai perang melawan Napoleon, akan memungkinkan Uni Eropa, itu sendiri yang diciptakan dari abu Perang Dunia II untuk bertahan hidup.

Jika Uni Eropa tidak dapat mempertimbangkan sekarang, itu mungkin tidak dapat bertahan dari tantangan yang dihadapinya saat ini. Ini bukan kemungkinan teoritis; itu mungkin realitas tragis,” ungkap Soros melalui transkrip wawancara yang diemailkan kepada wartawan. Seperti yang dilansir melalui Al Jazeera.

Diketahui, Soros merupakan sosok populer yang pernah bertaruh terhadap pound pada tahun 1992, dia mengatakan bahwa dengan negara-negara besar seperti Jerman menjual obligasi dengan hasil negatif, obligasi abadi akan memudahkan krisis anggaran yang membayangi seluruh blok nantinya. Untuk itu, Uni Eropa harus mempertahankan peringkat kredit “AAA” untuk menerbitkan utang tersebut dan karenanya harus memilikinya kekuatan menaikkan pajak untuk menutupi biaya obligasi sehingga menyarankan agar mereka mengotorisasi pajak daripada memaksakannya.

Ada solusinya. Pajak hanya harus disahkan, pajak tidak perlu diterapkan,” tegas Soros.

Sementara itu, disinggung tentang Brexit, Soros menilai pihaknya saat ini mengkhawatirkan Italia tekait apa yang akan tersisa nantinya. Relaksasi peraturan bantuan negara yang menguntungkan Jerman, telah sangat tidak adil bagi Italia, yang sudah menjadi orang sakit di Eropa dan kemudian yang paling terpukul oleh COVID-19,” ujar Soros.

Diketahui, Soros merupakan sosok yang pernah melarikan diri dari Hungaria ketika komunis mengkonsolidasikan kekuasaannya pada tahun 1947 lalu berakhir di London School of Economics. Kemudian melalui Dana Quantumnya dia berhasil meraup keuntungan besar pada 1992 dengan bertaruh bahwa streling dinilai terlalu tinggi terhadap Deutsche Mark, memaksa Inggris menarik pound keluar dari mekanisme nilai tukar Eropa. (And/ist/citypost)

 

Foto: George Soros/ist wikipedia.

 

 

 

Berita Terkait