Saat Melayat, Masyarakat Balige Pakai Hand Sanitizer Untuk Cegah Penularan virus Corona

SPB - Mar 24, 2020 09:57:21

BALIGE, SINARPAGIBARU - Acara Pesta paradaton dalam budaya batak adalah sesuatu yang harus dilakukan baik itu acara adat pernikahan, adat Partuaton (meninggal), pesta adat memasuki rumah, pesta adat Makaroani (lahiran anak) dan lainnya merupakan salah satu cara orang batak untuk melakukan ritual paradaton batak Toba yang dihadiri oleh kelompok-kelompok yang  sudah tersirat sejak nenek moyang.

Banyaknya pemberitaan dimedia elektronik  maupun media sosial mengenai penularan virus Corona yang sudah masuk ke Indonesia mengundang perhatian khusus dari masing-masing orang di kabupaten Toba. Terutama kepada orang-orang yang menghadiri acara pesta adat batak dan acara (Manungkir) melayat di rumah duka.

Elsy br Aruan warga Balige yang perduli dengan pencegahan virus Corona, tak henti- hentinya menyemprotkan Hand Sanitizer kepada tamu yang datang melayat ke rumah duka marga Aruan di Napitupulu Dolok Tolong kelurahan Napitupulu kecamatan Balige kabupaten Toba.

" Memang acara adat Batak Manungkir (belasungkawa-red) adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dan harus dijalankan. Tadi saat kita melayat, dihimbau kepada tamu untuk cuci tangan pakai sabun ataupun alkohol dan untuk sementara waktu, tidak usah dulu berjabat tangan, sementara waktu dan jaga jarak untuk mengantisipasi virus Corona" ujar Elsy Br Aruan. 

"Saya melakukan acara kebaktian bersama dengan tamu yang lain ditempat orang meninggal itu. Dan dirumah, semua harus cuci tangan dan anak-anak kusuruh ibadah minggu dirumah saja dulu untuk sementara waktu. Hanya itu yang bisa kulakukan selebihnya Berserahlah Pada Tuhan" kata Elsy br Aruan, minggu (22/03/2020)

Tidak hanya disitu, Dalam akun media sosialnya Elsy br Aruan menghimbau kepada 3.406 orang pertemanannya di akun facebook yang tersebar di Indonesia maupun Luar negeri, dengan postingan " Hand senitazer, Melayat tetap ikuti aturan, Jaga Jarak, Cuci tangan dengan Alkohol" Unggahnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Mangisi br Napitupulu (ibu rumatangga) mengatakan "Kita semua harus ikut serta berperan dalam mengantisipasi penyebaran virus corona, dan  tetap waspada terhadap virus corona, walaupun sampai saat ini, belum ada orang yang  terinfeksi di kabupaten Toba".

"Hal yang saya lakukan untuk diri sendiri dan anak -anak dirumah adalah cuci tangan dengan sabun, jaga jarak dan beribadah dirumah, jangan pergi ketempat ramai. Namun buat saya, kepesta dan kepasar berbelanja adalah hal yang tidak bisa juga saya hindari dan harus ketemu dengan orang banyak, kalau tidak kepasar seperti saat ini, kami makan apa dirumah. Semua serba dilema " kata Mangisi Napitupulu, saat ketemu dipasar tradisional Balige, sedang belanja keperluan dapur.

Tingginya Kesadaran Masyarakat Balige dalam menjaga kesehatan tubuh untuk antisipasi penularan jenis virus Copid-19 di tengah keramaian, patut kita acungi jempol dan ditiru daerah lain. (Denni Hutagaol)

Berita Terkait