Polemik Deddy Corbuzier, Tamparan Untuk Dunia Pers Indonesia

SPB - May 27, 2020 13:13:11

SINAR PAGI BARU – JAKARTA.

Seorang entertain, Deddy Corbuzier lewat youtubenya mampu membeberkan permainan politik internasional tentang virus, vaksin dan pandemic penyakit.

 

Konten youtube yang berjudul “Siti Fadilah, Sebuah Konspirasi – Saya Dikorbankan (eklsusive)” berdurasi 25 menit itu mampu merobek-robek issu internasional dan membuka mata rakyat Indonesia.

 

Deddy Corbuzier “mengelabui” petugas Ditjen Pemasyarakatan hingga berhasil mewawancarai, mantan Menteri Kesehatan era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, yang mana sedang hangat-hangatnya isu Flu Burung.

 

Deddy Corbuzier, lewat akun media sosial menyebarkan informasi narasumber Siti Fadilah yang berstatus sebagai narapidana kasus korupsi alat Kesehatan di tahun 2012.

 

Yang menarik adalah tema pembahasan Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah yang melawan kebijakan internasional dalam penangangan virus flu burung di tahun 2009.

 

Perserikatan Bangsa Bangsa melalui organisasi WHO merencanakan pandemi internasional virus flu burung, dengan alasan menular ke manusia, dan merebak dari manusia ke manusia lainnya hingga membahayakan umat manusia.

 

Rencana itu ditentang oleh Siti Fadilah dengan membuktikan bahwa virus flu burung tidak menular ke manusia, dan masyarakat Indonesia punya kekebalan tubuh yang luar biasa. Siti Fadilah protes ke WHO dan hasilnya isu tentang pandemik flu burung berhenti.

 

Dilain sisi lain, Siti Fadilah punya keanehan dengan rencana status pandemic flu burung dari WHO, karena yang punya vaksin virus itu adalah milyarder Bill Gate penguasa dunia informatika, dan setiap negara mau tidak mau membeli vaksin tersebut. sedangkan latar belakang Bill Gate bukan kedokteran.

 

Bila status pandemic virus flu burung pada waktu itu ternyata jadi ditetapkan, maka akan menguras biaya yang mahal untuk membeli vaksin, bahkan Indonesia harus hutang. Ini seperti bisnis vaksin, seluruh negara mengeluarkan dana hingga milyaran yang bila dijumlahkan bisa mencapai triliunan”, ujar Siti Fadilah.

 

Dedy menimpali perkataan Siti Fadilah dengan istilah bisnis vaksin atau menyamakan dengan bisnis senjata untuk menyuplai peperangan. Deddy Corbuzier membahas lagi tentang situasi pandemic corona covid-19 Indonesia saat ini harus bagaimana. Siti Fadilah menyampaikan bahwa Indonesia mampu membuat vaksin sendiri.

 

Indonesia punya banyak ahli. Surabaya dan Jogya saya yakin bisa menciptakan vaksin corona”, jelas Siti Fadilah.

 

Yang diperlukan hanya politikelwill dan pendanaan untuk riset, siti fadilah menerangkan bahwa Indonesia sangat sedikit memberikan anggaran untuk riset, bahkan riset di Indonesia mengharapkan bantuan dana dari negara asing. Yang akibatnya menghilangkan semangat para ahli riset Kesehatan bahkan menyebabkan hilangnya rasa nasionalisme karena dana dari negara asing, ungkap Siti Fadilah.

 

Apa yang dialami Siti Fadilah dalam memperjuangkan dunia Kesehatan dan menentang kebijakan internasional itu, dikaitkan oleh Deddy Corbuzier bahwa Siti Fadilah saat ini dipenjara karena kasus korupsi di dalam negeri.

 

Kini, banyak yang menyerang Deddy Corbuzier karena wawancara dengan Siti Fadilah, Deddy Corbuzier diviralkan tidak memegang ijin dari Ditjen Pemasyarakatan untuk meminta informasi dari Siti Fadilah yang berstatus narapidana, saat melakukan perawatan kesehatan di Rumah Sakit Gatot Subroto, Jakarta Pusat, yang diperkirakan tanggal 20 Mei 2020.

 

Untuk itu, Dewan Pers harus mampu menciptakan wartawan-wartawan dalam negeri yang mampu membongkar isu-isu internasional, bukan terlampau mengurusi urusan-urusan “sampah” dalam negeri seperti wartawan memeras yang ranahnya kepolisian, maupun membatasi ruang gerak media dengan verifikasi pendaftaran media di Dewan Pers sebagai corong pemerintah. (***)

 

(penulis: Rinaldo Saragih, Pemimpin Redaksi Sinar Pagi Baru)

 

 

 

Berita Terkait