Polda Metro Ungkap Home Industri Mengandung Narkoba

SPB - Jun 30, 2020 00:40:51

JAKARTA, SINARPAGIBARU- Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus Home industri liquid Vape dan tembakau gorila (sintetis) yang mengandung narkotika setelah beberapa Minggu dilakukan pengintain. 

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, Dimasa Pandemi Covid-19 jajaran nya tidak hentinya mengungkap kasus peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Dimasa Pandemi covid-19, selama dua minggu terakhir pengungkapan narkoba terus bisa kita ungkap, tingkat pengungkapan narkoba cukup tinggi antara 15-20 setiap hari. Komitmen kami terkait narkoba, untuk zero narkoba khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” kata Nana kepada Wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/06/2020).

Nana mengungkapkan kasus home industri liquid vape dan tembakau gorila yang mengandung narkotika yang dilakukan sindikat antar provinsi Jakarta – Bali dan dikendalikan dibalik lembaga pemasyarakatan (Lapas).

“Mereka memasarkan barang haram tersebut melalui online. Pengungkapan kasus hasil dari pengembangan yang dilakukan subdit 1 Ditresnarkoba PMJ, dikendalikan napi lapas yg berada di lapas Bali berinisial K ,” ungkap Nana.

Nana mengatakan bahwa Pengguna liquid dan tembakau gorila di dominasi oleh anak muda di berbagai wilayah di Indonesia.

“Jaringan sindikat (tembakau dan liquid sintetis) antar provinsi ini, mereka menyasar di wilayah Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi , Maluku , serta Bali. Menariknya untuk liquid Vape dan tembakau gorila lebih banyak dikonsumsi anak-anak muda,” katanya.

Kasus peredaran tersebut terbongkar berawal dari tertangkapnya FH pada tanggal 12 Juni lalu di wilayah Cawang dengan barang bukti 5 botol liquid mengandung narkotika.

“Dari hasil pengembangan, pelaku FH mengaku barang (liquid) tersebut didapatkannya dari provinsi Bali,” ungkap Nana.

Polisi kemudian berhasil mengamankan 7 orang pelaku berinisial AAN, IK Nika , AAP, ANA AEP dan K di daerah Badung, Bali pada tanggal (21/06).

“Mereka di tangkap di lima TKP berbeda di wilayah Bali, salah satu TKP di perumahan regency Badung Bali ditemukan produksi pembuatan (home industri) tembakau sintetis dengan tersangka NK ,” pungkas Nana.

Nana menjelaskan bahan baku tembakau gorila didapatkan dari salah satu tersangka penghuni Lapas yang berada di Bali.

“Dalam memproduksi tembakau sintetis atau bibit tembakau dari tersangka K penghuni lapas di Bali, barang tersebut diperoleh dari Tiongkok. Mereka memasarkan bibit tembakau sintetis dibantu tersangka AP, AAN, AEP melalui online,” tandasnya.

Dari kelima TKP di Bali petugas berhasil menyita barang bukti berupa tembakau sintetis sebanyak 24 kg,Liquid Vape 7 liter, serbuk canabinoid atau bibit tembakau sintetis 500 gram.

Atas perbuatan para tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat 2, subs 112 ayat 2 jo 132 ayat 2 u u no 35/09 ttb narkotika. Dengan ancaman Ancaman pidananya seumur hidup. Atau paling singkat 5-20 tahun. (Ng)

 

Berita Terkait