Pengamat: Tuntutan Terhadap Jaksa Pinangki Seharusnya 20 Tahun Penjara

SPB - Jan 13, 2021 00:15:58

SINAR PAGI BARU – JAKARTA.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menyatakan bahwa tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada penerima suap Jaksa Pinangki dalam persidangan terlalu ringan, padahal kasus Pinangki termasuk dalam extra ordinary corruption, tegasnya.

Diketahui, dalam persidangannya, Senin (11/1/2021) Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai petugas akhir dalam proses penegakan hukum menuntut Terdakwa Jaksa Pinangki selama 4 tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Pinangki dinilai terbukti menerima suap sebesar Rp 6,6 miliar dari kasus Djoko Tjandra yang menyebabkan kerugian uang negara hingga triliunan rupiah.

Uang suap yang diterima Pinangki disebut digunakan Pinangki untuk membeli mobil BMW X-5, membayar dokter kecantikan di Amerika Serikat, menyewa apartemen atau hotel di New York, membayar tagihan kartu kredit, serta membayar sewa dua apartemen di Jakarta Selatan.

"Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menyatakan terdakwa Pinangki Sirna Malasari telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah," kata JPU Yanuar Utomo di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Untuk itulah, Jerry Masie menilai bahwa tuntutan yang diberikan kepada Pinangki terlalu ringan atau tidak sebanding dengan kasusnya. Konspirasi Pinangki dengan kerugian triliunan uang negara bisa saja tuntutannya 20 tahun penjara dan paling sedikit 8 tahun penjara.

Dia membandingkan kasus Pinangki ini dengan politisi Demokrat Angelina Sondakh yang divonis 17 tahun penjara, sehingga menurut Jerry vonis yang paling pas untuk Pinangki adalah 12 tahun penjara, ucapnya. (rinaldo)

Berita Terkait