Pembangunan Terminal Wisata Terpadu Paniis Kuningan di Tolak Warga

SPB - Jul 23, 2019 21:40:59

SINARPAGIBARU, KUNINGAN -masyarakat Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Menolak niatan pemkab Kuningan dalam program pengembang infrastruktur dengan rencana membangun terminal wisata terpadu di Blok Silumping yang merupakan arel persawahan  seluas 3,7 Ha dari luas areal persawahan seluruhnya 4,2 Ha.

Masyakat tidak merelakan areal persawahan yang merupakan tanah produktif dialihfungsikan menjadi terminal, tapi mereka mereka menyetuji di blok Bubulak, "kalau di blok Bubulak kami menyetujui, kami tidak membrikan dan tidak akan menyetujui bila pemerintah tetap menginginkan membangun di Silumping, karena itu areal persahan yabg meruoakan andalan pangan kami," papar warga.

Penerintah melalui Dinas perhubungan telah melaksanakan temuwicara dengan warga dikantor Balai Desa, akan tetapi ironisnya kadis perhubungan mengklaim bahwa temuwicara sebagai sosialisasi tentang pembangunan terminal, sedangkan persoalan tanah juga belun ada titiktemu, kadishub mengatakan "akan di bikin trayek kertajati Majalengka Paniis, Tegal Paniis Berebes Paniis, serta Cirebon Paniis, dan akan di bangun kantor bupati untuk ngantor bupati di wilayah Kuningan utara, jelas warga. Menirukan Kadishub.

"apakah ini akan membangun Republik mimpi apa gimana?," tanya banyol warga. 

Sayangnya, lanjut warga, Bupati seolah membenarkan penyampaian Kadishub kepada warga, sehingga Bupati Acep pun langsung melakukan pemantapan kepada aparatur pemerintahan desa, menurut Bupati Acep akan mencetak lahan pertanian dan sawah sebagai pengganti, namun bupati tidak menjelaskan kapan dan di mana?, tanya warga sedangkan pengalaman pahit yang telah dirasakan masyarakat Paniis tidak pernah merasakan alih fungsi, seperti di gambarkan Wawan Darmawan dan rekan rekannya, "bukti pembangunan Embung seluas 500 meter dan pembangunan pembibitan ikan dari BBI dinas Pertanian dan Perikanan pada saat itu, hingga sekarang sama sekali tidak ada pengganti, dan tidak bermanfaat untuk masyarakat, nah berdasarkan peristiwa yang dialami itu masyarakat merasa trauma dan di bodohi oleh pemerintah.

Tentang pengganti lahan produktif dengan mudahnya Bupati Acep menjawab  "yaitu tadi akan mencetak lahan sawah," kata bupati. namun itupun ditolak warga.

"Sedangkan di Perda no 7 tahun 2015 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, di Pasal 44, poin A dan B, masyarakat berhak membatalkan dan menghentikan pembangunan, itu cukup jelas, dan apabila masih dilanggar oleh pemkab, maka masyarakat berhak melaporkan kepada Pengawas Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang berwenang dan ke  pihak Polri," tegas Wawan. 

"Saya akan merevisi RTRW melalui kajian DPRD," kata Wawan menirukan omongan bupati pada saat rapat di Balai Desa bersama aparatur pemerintah dan BPD juga dihadiri unsur Muspika.

Terkait dengan Pembangunan Terminal Wisata Terpadu di Desa Paniis, Kadishub Kabupaten Kuningan Deni Hamdani. Membenarkan, "itu sangat mendukung sekali kepada capaian Kuningan sebagai Kabupaten Wisata, terpilihnya lokasi di situ karena Silumping memang strategis,"

Ketika di laksanaknnya sosialisasi, lanjut Deni. Mereka tidak keberatan. Memang meskipun di awalnya menolak, namun setelah diadakan pertemuan kesekian kalinya mereka bisa memahami.

Sebenarnya kalau sosialisasi sudah sejak lama dan bahkan sudah dibuat berita acara secara resmi, dan juga tentu ada konpensasinya, jadi saya rasa tidak ada masalah. Terkait soal trayek, ya memang harus seperti itu, karena Terminal kita akan berbeda dengan Terminal lainnya.

Hal lainnya, "bukan mau membangun kantor bupati, tetapi membuat ruang kerja VIP bupati, yang tujuannya juga untuk mempermudah pelayanan kepada masyrakat.

Kalau tidak punya Terminal Wisata itu, nanti Bis bisa naik ke KRK, dan khawatir membahayakan, fungsi Terminal juga untuk menarik eisata dari luar daerah Kuningan, kemudian sosl trayek untuk memudahkan akses menuju obyek wisata sebagai pasilitas umum.

Dan Kuningan berorientasi kepada upaya maksimal potensi masyarakat yang nantinya bisa jadi tua. (Mman) 

Berita Terkait