Pekerjaan Rehabilitasi JUT Kelurahan Rejomulyo Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Kadis PKP Kota Madiun: Kami Tidak faham spesifikasi Tekhnis

SPB - May 13, 2019 22:15:50

SINARPAGIBARU, MADIUN - Pembangunan dan rehab Jalan Usaha Tani (JUT) di Kelurahan Rejomulyo, Kota Madiun yang menyerap nilai pagu anggaran Rp. 7.734.000.000.00,- dari anggaran APBD tahun 2018 satuan kerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun yang dimenangkan oleh PT. JAYANTI PUTRI PERSADA yang beralamat kantor Jl. Sunan Kalijogo No. 1B Beran- Ngawi, nampaknya bakal tidak bertahan lama, lantaran dilihat di lokasi pekerjaan nampak sudah rusak dan retak di sana sini bahkan mutu pekerjaan juga amat sangat buruk kesanya seolah terjadi pengurangan volume pekerjaan yang berdampak pada kerugian negara dan masyarakat khususnya petani di desa Rejomulyo ini.
 
Terkait temuan tersebut, wartawan Sinar Pagi Baru mencoba konfirmasi Muntoro Danardono selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadistan KP) Kota Madiun dengan didampingi Niken selaku pembuat komitmen (PPK) beliau mengatakan, ”pekerjaan tersebut sudah diperiksa oleh BPK dan  juga didampingi TP4D  Kajari Madiun dan kami merasa pekerjaan tersebut juga telah sesuai dengan aturan spek serta RAB.” terang muntoro saat ditemui di Distan KP Madiun pada 9/5/2019.
 
Niken selaku PPK memberi tanggapan mengenai pekerjaan tersebut mengatakan, "pekerjaan JUT juga masih dalam masa pemeliharaan, jika memang sekiranya dapat dibenahi maka akan kami sampaikan pada penyedia jasa atau kontraktornya untuk memperbaikinya, mas (SPB-red) dan jika melihat gambar yang diberikan SPB nampaknya kerusakan tidak terlalu signifikan dan kami upayakan akan memperbaikinya". ucapnya
 
Kenyataan di lapangan, dari hasil investigasi dan narasumber yang dihimpun Sinar Pagi Baru (SPB) proyek tersebut khususnya pada pemadatan tanah diduga kuat kurang maksimal, sebab tanpa menggunakan stamper (pemadat) tanah sebelum paving dipasang, dan juga pengikat paving (penutup) tidak terpasang sempurna hingga tidak menyatu antara paving dan kanstin, begitu juga BB campuran antara pasir dan semen maka mengakibatkan terjadinya geseran tanah serta pecahnya paving. Dengan hal itu terkesan pekerjaan tersebut dikerjakan asal jadi, nampak sisa pekerjaan tidak dievakuasi atau dibersihkan dari lokasi pekerjaan. 
 
Terdapat tiga temuan secara teknis yang signifikan dan sempat kami (SPB-red) lontarkan pada Muntoro dan Niken tentang fakta di lapangan tersebut.
Ditanya dari tiga secara teknis tersebut baik Muntoro dan Nikan hanya menjawab, ”Kami tidak terlalu paham teknis, mas (SPB-red) mungkin dengan adanya penyampaian temuan SPB ini kami berterima kasih sekali, oleh karena itu kami akan mengupayakan untuk memperbaiki yang kurang bagus di proyek JUT Rejomulyo itu, mas, "tandasnya.
 
Pembangunan JUT tersebut memuai polemik masyarakat atas dugaan rusaknya pembangunan kuat disinyalir uang negara senilai 7,7 milyar seolah dibuang sia-sia di area pematang sawah tersebut. Saat ini tim investigasi, gabungan media lokal dan LSM akan segera mengkonfirmasi dari pihak ITS, Kejari (TP4D) dan BPK untuk dimintai keterangan atas pembangunan serta rehab JUT yang menghabiskan anggaran negara yang mencapai milyaran tersebut.
 
Jika memang terjadi adanya dugaan indikasi penyelewengan anggaran atau kebocoran anggaran maka tim investigasi gabungan media dan LSM  akan segera melaporkan temuan tersebut ke Polda Jawa Timur, KEJATI Jatim dan minta KPK segera mengusutnya. 
 
Di lain tempat, dari pihak pemenang atau penyedia jasa yakni PT. Jayanti Putri Persada belum dapat ditemui dan memberikan penjelasan kepada wartawan sinar pagi baru terkait pekerjaannya yang diduga telah terjadi kebocoran anggaran serta merugikan negara. Bersambung. (Cahyo)

Berita Terkait