Pekerja Migran Indonesia Meninggal di Arab, Keluarga Mohon Kepastian

SPB - Sep 28, 2021 00:38:25

JAKARTA – SPB.

Seorang Pekerja Migran Indonesia atas nama Siti Julaeha, pemegang paspor nomor B6405xxx dikabarkan meninggal dunia. Keluarga mengaku kabar itu diterima via telepon dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyad.

Kuasa hukum ibu kandung Siti Julaeha bernama Janah, Rinaldo Sijabat, memberikan keterangan kepada wartawan Sinar Pagi Baru bahwa saat ini dia sedang meminta kejelasan yang sejelas-jelasnya atas meninggalnya Siti Julaeha. Karena pihak keluarga Siti butuh kepastian dan kejelasan.

Rinaldo, menceritakan bahwa keluarga hanya mendapat kabar melalui telepon, tidak disampaikan admistrasi maupun keterangan yang resmi dari pemerintah maupun pihak terkait lainnya tentang kematian Siti.

Kemudian, terang Rinaldo, menurut keterangan dari keluarga Siti, ketika mendapat kabar duka dari KBRI tersebut, pihak keluarga langsung disuruh untuk membuat surat pernyataan agar jenazah Siti dimakamkan di negara Arab Saudi lewat pesan Whatsapp.

Untuk itu, Rinaldo akan mengambil langkah untuk mencari kejelasan meninggalnya Siti di Arab, dan memperjuangkan segala sesuatu yang seharusnya menjadi hak-hak almarhum, tutup Rinaldo yang juga berprofesi sebagai Auditor Hukum di Jakarta.

Saat dihubungi salah satu keluarga (abang Siti) bernama Samsudin menceritakan, awalnya dia berkomunikasi secara video call dengan Siti tanggal 14 Agustus 2021 yang memang pada saat itu berada di rumah sakit mengaku kena covid-19.

Setelah itu dia kehilangan kontak dengan Siti, karena dihubungi hapenya tidak pernah aktif. Kemudian pada tanggal 28 Agustus 2021 pihak KBRI menghubungi keluarga bahwa keadaan Siti dalam keadaan kritis, dan meminta surat kuasa untuk diambil tindakan medis.

Hingga kemudian pada tanggal 05 September 2021 pihak keluarga mendapat telepon dari KBRI memberikan kabar duka bahwa Siti sudah meninggal dunia. Pihak KBRI pada waktu itu memberikan penjelasan bahwa jenazah tidak bisa dibawa ke tanah air lantaran tidak ada penerbangan untuk jenasah yang terkena covid-19.

Terkait hal itu, pihak keluarga memohon kepada pihak terkait khususnya pemerintah agar dapat memberikan kejelasan atau keterangan yang jelas bahwa memang benar Siti meninggal dunia, seperti surat dari rumah sakit atau surat lainnya yang menyatakan kematian Siti, tutupnya. 

(charles)

Berita Terkait