Organisasi Pers Kecewa, Pemkot Depok Tolak Fasilitas Alun Alun Acara HPN 2020

SPB - Feb 23, 2020 21:00:50

DEPOK, SINARPAGIBARU.ID - Pemerintah (pemkot) Depok yang menganggap Pers itu Adalah mitra, nanpaknya itu cuma hanya bibir saja, seperti pepatah mengatakan tong kosong nyaring bunyinya", dan itu terbukti oleh Nasib Panitia Pelaksana Semarak Hari Pers Nasional (HPN) 2020 terdiri dari gabungan Organisasi dan Komunitas Wartawan Kota Depok bernasib sama dengan Maspolin Depok yang tidak diakomodir oleh pihak Pemkot Depok.

Pasal nya pengunaan Alun-Alun Kota Depok sebagai tempat pelaksanaan kegiatan puncak memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke 47 tahun 2020 yang akan di Laksanakan pada hari Sabtu (29/02/20) nampak nya harus menelan pil pahit .

Ketua Panitia HPN 2020 Adie Rakasiwi menyayangkan pihak Pemkot Depok yang tidak merespon Surat Audensi maupun Surat Ijin penggunakan Alun Alun sebagai tempat pelaksanaan puncak HPN tersebut

“Hingga saat ini tidak ada surat balasan oleh pihak Pemkot Depok ke Panitia Pelakasana. Di ijinkan atau tidaknya masih belum ada kepastian. Kalau memang tidak diijinkan ada surat balasannya, jadi jelas,” ujar Ketua Panitia Adie Rakasiwi, Sabtu (22/02/2020) usai gelar rapat panitia menentukan lokasi acara Semarak HPN 2020.

Menurut Adi selaku ketua panitia mengambil sikap, tetap akan melaksanakan kegiatan Semarak HPN 2020 dengan rencana ke dua yaitu, di Balai Rakyat Depok Utara, Beji. Panitia pelaksana hingga saat ini telah siap melaksanakannya.

“Meski tidak mendapat kepastian, kami tetap siap melaksanakan Semarak HPN 2020, ini terbukti teman-teman yang tergabung dalam panitia tetap semangat untuk melaksanakannya, Wartawan Depok kompak dan yang pasti, kami semua menunggu surat balasan dari pihak Pemkot Senin (24/02/2020) besok,” tegasnya.

Sementara ditempat yang sama, Jhoni Kelmanutu selaku penasehat Panpel Semarak HPN 2020 mengatakan, ini jelas tamparan bagi para wartawan dari pihak Pemkot tidak merespon cepat dengan membalas Surat Audensi maupun Surat Permohonan Ijin mengunakan lokasi alun Alun Kota Depok.

“Jelas pihak Pemkot tidak mau bersahabat dengan para wartawan,” ungkapnya kesal.

Menurut Jhoni dirinya bersama panitia tidak pernah mem bully Kepala Dinas DLHK kota Depok, Ety Surhayati. ‘Belum ada jawaban kok bisanya pihak DLHK mengatakan kami mem bully’. Kami hanya menunggu surat balasan dari pihak Pemkot.

“Kami panitia tidak pernah mem bully pihak DLHK, jangan cari cari alasan yang tidak masuk diakal, kalau memang tidak diakomodir, dan ini artinya pihak DLHK jelas tidak mau bermitra dengan pihak wartawan. Kami hanya butuh surat jawaban seperti yang terima Maspolin Kota Depok kalu memang tidak di akomodir (anggi)

Berita Terkait