Organisasi Perempuan Milenial Republik Indonesia Geruduk Komanas HAM Minta Usut Korban 22 Mei

SPB - Jun 21, 2019 22:56:07

SINARPAGIBARU, JAKARTA - Puluhan perempuan yang menamakan dalam Perempuan Milenial Republik Indonesia (PERMIRI) mengadakan aksi di Komnas HAM RI.

Kehadiran puluhan perempuan bergamis serba hitam itu guna untuk mengingatkan seluruh pihak yang berwenang, khususnya di Komnas HAM agar bersikap netral dalam bertindak atas kejadian kerusuhan yang terjadi pada tanggal 21-22 Mei 2019 di depan kantor Bawaslu RI hingga menelan korban jiwa.

Ginka Febriyanti selaku koordinator menyampaikan kepada awak media, perlu diketahui bersama bahwa korban yang ada pada tanggal 21-22 Mei, baik itu korban dari pihak perusuh atau pun dari pihak kepolisian yang bertugas pada saat itu serta rusaknya fasilitas negara harus di usut secara adil hingga tuntas.

“Kita semua sepakat bahwa jangan ada korban-korban politik lainnya, setelah tragedi yang teriadi pada tanggal 21-22 Mei di depan gedung Bawaslu RI ,serta menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap aman dan damai, oleh karena itu kita meminta kepada pihak Komnas HAM untuk bersikap netral dan amanah dalam melakukan investigasi terkait kejadian tersebut, baik mencari fakta dari korban dari perusuh ataupun korban dari kepolisian,” ucap Ginka di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (18/06/19).

Ia juga meminta Ketua Komnas HAM beserta jajarannya untuk bersikap netral dan amanah dalam mencari fakta-fakta kerusuhan pada tanggal 21-22 Mei 2019.

“Meminta Komnas HAM tidak menjadi sandera politik dalam mengusut kasus kerusuhan yang memakan korban jiwa. Serta agar dibentuknya tim pencari fakta yang bersifat netral bukan tim pencari hoax,” ucapnya. (Ginting)

Berita Terkait