Masyarakat Desa Paniis Lagi berseteru Dengan Pamkab Kuningan, Ini Kali Suplay Air PDAM Kota Cirebon Disoal

SPB - Feb 23, 2020 21:02:16

Kuningan, sinarpagibaru.id - Tuntutan kami itu sampai terealisasi, kalau sampai tidak terakomodir oleh pihak Pemkab Kuningan akan mengambil jalur hukum, karena kami hanya minta sebagai hak warga masyarakat Desa Paniis," Kata Iyuswandi Koordinator I Forum Masyarakat Peduli Desa Paniis (FMPDP) usai perkenalan dengan Kapolres baru, AKBP Lukman Syafri Dandil Malik di Balai Desa Paniis (23/02/2020)  Sementara sikap BPD Paniis meski tdk ikut bicara dalam forum ini, tapi sepertinya mendukung. Imbuhnyahnya.

FMPDP Sebelumnya menyurati pihak PDAM Tirta Giri Kota Cirebon perihal pemberitahuan pwnghentian sementara kegiatannya, hal ini disebabkan dengan tidak adanya itikad baik Direksi PDAM dalam penyelesaian permasalahan yang berkembang di Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Kami atas nama masyarakat dengan sangat terpaksa akan menghentikan sementara kegiatan atau aktifitas produksi di Sumur Horisontal Desa Paniis, sampai dengan ada penyelesaian secara sah berdasarkan hukum dan perundang undangan yang berlaku antara pihak Pemdes Paniis PDAM Kota Cirebon dengan ihak Pemkab Kuningan.

Rencananya akan dilaksanaka pada hari Minggu (23/02/2020) ini sekira pukul 8.00 WIB. Bertempat di Sumur Pengupul Horisontal Desa Paniis, dan penghentian sementara kantor produksi PDAM Kota Cirebon di Desa Paniis, namun batal dilaksanakan katena pihak Pemkot Cirebon dengan pihak Pemkab Kuningan sudah ada pertemuan.

Tuntutan aksi yang sedianya akan dilaksanakan di kantor PDAM Kota Cirebon juga urung, kami minta kembalikan CSR ke Desa Paniis, realisasikan semua janji-janji PDAM Cirebon Kota, yang antara lain pipanisasi ke Blok Cireuma, bantuan ompa Summersible. Kompensasi yang sebelumnya 80 juta, kami minta di kaji ulang, pasang kembali gate valf serta kami juga me.inta Pemkab Kuningan tinjau ulang Surat Ijin Pengambilan Air (SIPA) PDAM sehingga tidak akan terjadi lagi kegaduhan masyarakat. 

Itu saja tuntutan kami, dan kami kira tidak sampai merepotkan, yang intinya, lanjut. Iyuswandi juga kami membantu menaikan PADes untuk kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kebutuhan seperti air untuk kepentingan areal persawahan yang punya hak kelola masyarakat, sehingga masyarakat bisa lebih beraktifitas untuk meningkatkan tarap hidup kesejahteraan keluarganya. 

Lalu bagaimana mungkin kami akan sejahtera bila summber mata airnya di alirkan ke daerah lain sehingga akan mengurangi kebutuhan masyarakat, akibatnya masyarakat buruh tani dan atau petaninya hanya bisa mengolah sawah dan kebun palawija sekali dalam setahun jelasnya.

"Forum bergerak berdasarkan kepubutuhan masyarakat, dan hanya untuk menggerakan mereka para pemangku kebijakan Pemerintahan Kabupaten Kuningan, suapaya mereka berpikir akan kebutuhan masyarakat Desa Paniis hanya itu, dan ini sifatnya tidak merepotkan," Sambung Lian Liandi koordinator II juga yang membawahi para kelompok tani terkait sebagai Ketua Gapoktan. 

Jadi kami menginginkan antara Masyarakat, Pemdes, Pemda dan PDAM kota Cirebon senantiasa bersinergis agar peristiwa yang terjadi hari ini, kemaren, dan nanti kedepannya tidak terulang, karema kenginan masyarakat terpenuhi, imbuhnya.

Sementar Camat Paswahan Cece sudah mempasilitasi pertemuan dan nanti juga pada hari Rabu lusa (26/02/2020) akan ada pertemuan lagi dengan bupati, karena kalau dibuat MoU antara pemkot Cirebon dengan Pekab Kuningan itu harus dengan beliau beliau, jelas Cece singkat. (Mans Bom)

Berita Terkait