Koperasi Indonesia Alami Lompatan Besar

SPB - May 15, 2019 23:52:06

SINARPAGIBARU – JAKARTA.

Tidak sedikit masyarakat Indonesia punya anggapan negatif tentang koperasi, hanya mengurus skala ekonomi kecil, hanya ada di pedasaan dan ketinggalan jaman. Itu adalah pandangan yang salah, koperasi kini telah mengalami perubahan menjadi entitas ekonomi berskala besar, berkembang dengan teknologi maju dan banyak melibatkan kalangan muda”, tegas Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof. Rully Indrawan, saat ia memberikan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti, Jakarta, Rabu (15/5).

Prof. Rully menjelaskan, koperasi bukan wadah usaha yang ketinggalan jaman. Lembaga ini mampu beradaptasi dengan perubahan, dan mampu bersaing dengan entitas usaha lainnya, sehingga saat ini mudah menemukan koperasi berbasis digital.

Prof. Rully memberikan contoh dua koperasi besar, yang kebetulan pengurusnya hadir dalam kuliah umum tersebut, yakni Ketua Credit Union (CU) Sauan Sibarrung, Tana Toraja di Sulawesi Selatan, Fredy Rante Taruk dan Ketua KSP Sejahtera Bersama di Bogor, Iwan Setiawan.

Buktinya saya bawa, dua koperasi besar yang berbasis digital, CU Sauan Sibarrung kini sudah memiliki 34 ribu anggota dengan omset lebih dari Rp 400 miliar. Ketua koperasinya Pak Fredy, juga lulusan doktor di Universitas Triksakti yang penuh dengan sejarah,” kata Prof. Rully memperkenalkan Fredy Rante sebagai ketua koperasi yang sukses.

Begitupun KSP Sejahtera Bersama, yang berkantor pusat di Bogor, dengan omset Rp 2,5 triliun dengan jumlah anggota 200 ribu orang dan 104 cabang di berbagai kota.

Rully menegaskan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen melakukan rebranding koperasi agar koperasi semakin dikenal oleh semua kalangan, dimana isunya disesuaikan dengan kekinian maupun perilaku kehidupan generasi milenial.

Rebranding koperasi menyasar tiga kelompok,kalangan muda, perempuan dan masyarakat. Kepada kalangan anak muda, dikampanyekan koperasi sebagai wadah yang cocok bagi berkumpulnya orang-orang yang memiliki kesamaan kepentingan, sehingga dapat menjadi co-working place bagi generasi muda millenial dimana terjadi sharing economy diantara anggotanya secara langsung, jelas Prof. Rully kepada mahasiswa.

Lebih lanjut ia menerangkan, bagi perempuan, koperasi mampu menciptakan efisiensi kolektif diantara anggota, sehingga kebutuhan yang sama diantara mereka dapar dipenuhi lebih murah, cepat dan berkualitas. Rebranding kepada masyarakat, yakni koperasi memiliki potensi untuk menjadi crowd business sehingga adaptasi teknologi informasi dapat menjadi efektif untuk menjangkau pasarnya. Pasar yang dimaksud adalah anggota yang menjadi pelanggan sekaligus pemilik. (AGUS)

Berita Terkait