Katarak Penyakit Paling Banyak Menyebabkan Kebutaan

SPB - Oct 13, 2021 14:50:41

SINAR PAGI BARU-JAKARTA

Masalah pengelihatan masih menjadi permasalahan utama di Indonesia. Salah satu penyakit yang memberikan dampak paling besar terhadap gangguan pengelihatan ialah penyakit Katarak.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu mengatakan berdasarkan World Report on Vision tahun 2019 diperkirakan secara global terdapat kurang lebih 2,2 milyar penduduk yang mengalami gangguan penglihatan dan kebutaan. Hal itu disampaikannya pada konferensi pers terkait Hari Pengelihatan Sedunia, Selasa (12/10) secara virtual.

"Berdasarkan data nasional Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014-2016, dengan sasaran populasi usia 50 tahun ke atas diketahui bahwa angka kebutaan mencapai 3% dan katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi mencapai 81%," katanya.

Perwakilan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Aldiana Halim mengatakan, Indonesia tahun 2017 terdapat 8 juta orang dengan gangguan penglihatan. Sebanyak 1,6 juta orang buta ditambah dengan 6,4 juta orang dengan gangguan penglihatan sedang dan berat.

"Dari jumlah tersebut sebanyak 81,2% gangguan penglihatan disebabkan oleh katarak. Penyebab lainnya adalah refraksi dan glaukoma atau kelainan mata yang berhubungan dengan diabetes," ucapnya.

"Tapi sebetulnya kita harus berfokus pada katarak, kita harus berusaha bagaimana orang katarak ini bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan operasi katarak sehingga penglihatannya akan kembali," tambahnya.

Ia menjelaskan, gangguan penglihatan tidak hanya berpengaruh kepada penglihatan tetapi juga berpengaruh kepada seluruh aspek kehidupan penderitanya. Jadi gangguan penglihatan itu berpengaruh terhadap kualitas hidup orang yang menderitanya.

"Beberapa konsekuensi dari hilangnya penglihatan berpengaruh kepada fisik, mental, kepuasan hidup, mobilitas, ketergantungan dan pendidikan. Orang dengan gangguan penglihatan juga memperberat penyakit kronis yang sedang diderita," tuturnya.

Ia juga mengupayakan untuk mencari orang-orang dengan gangguan pengelihatan di mana pun mereka berada dan akan memfasilitasi mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sehingga mereka dapat melihat.

(Nanda Tarigan)

Berita Terkait