Kapolsek Gunung Meriah Turun Tangan Lidik Kasus Premanisme di Desa Marjandi Tongah

SPB - Jun 04, 2019 08:23:19

SINARPAGIBARU - SUMATERA UTARA.

Kepolisian Sektor Gunung Meriah,  Sumatera Utara, tengah mendalami kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oleh dua orang anak muda bernisial PP dan JS. Pelapor/korban bernisial  SS (53 tahun) melaporkan kedua anak muda tersebut lantaran telah diintimidasi, dini hari, awal Mei (7/5) lalu, di tengah jalan yang sepi dan gelap ketika ingin pulang ke rumah.

Diketahui, Kapolsek Gunung Meriah, AKP. P. Pangaribuan turun tangan menyelidiki kasus yang terjadi di wilayah hukumnya tersebut.

Diceritakan korban/pelapor, dimulai saat korban berada di warung/kedai milik Dus Sipayung di Marjandi Pematang posisinya pas di pinggir jalan. Pelaku/terlapor datang ke Kedai Dus Sipayung dengan mengendarai sepeda motor merek yamaha jenis scorpio sambil menggas-gas sepeda motornya berkali-kali persis di dekat atau samping korban/pelapor, tapi saat itu tidak dihiraukan korban/pelapor.

Kemudian, sekitar pukul setengah dua belas, korban pergi meninggalkan kedai/warung Dus Sipayung ingin pulang ke rumah di Desa Marjandi Tongah. Di perjalanan korban melihat pelaku/terlapor sebanyak dua orang berboncengan, mengikuti dari belakang dengan sepeda motornya sambil menggeber-geber gas motornya berkali-kali.

Kemudian pelaku/terlapor menyalip korban sambil dan masih menggas-gas/menggeber gas motornya berkali-kali tepat disamping korban/pelapor. Setelah menyalip, tepat kondisi jalan yang sepi dan gelap, pelaku/terlapor meliuk-liukkan motornya ke kanan dan ke kiri di depan korban sambil menggeber/menggas-gas motornya berkali-kali.

Lalu setelah korban/pelapor mengurangi kecepatan, pelaku/terlapor memutar balik motornya menuju ke arah korban/pelapor sejajar seperti ingin menabrakan motornya dengan motor korban.

Spontan korban berhenti dan segera mencabut kunci motornya lalu melarikan diri ke semak-semak/kebun sawit. Dari tempat persembunyian korban/pelapor masih mendengar pelaku menggeber atau menggas-gas motornya berkali-kali.

Beberapa jam kemudian, setelah korban/pelapor yakin situasi aman, dari tempat persembunyian korban/pelapor kembali lagi ke tempat kejadian untuk mengambil sepeda motornya dan segera pulang ke rumahnya.

Kemudian, korban melaporkan peristiwa itu tanggal 9 Mei 2019, saat kondisi korban mulai tenang. Korban melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Gunung Meriah, laporan diterima oleh AIPTU S. Sembiring.

Dari informasi yang dihimpun wartawan media ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan perkara, dan sudah memanggil pihak pelaku/terlapor, dan terakhir dilakukan gelar perkara di Polres Deli Serdang oleh penyidik yang diantaranya turut hadir adalah Kapolsek Gunung Meriah, AKP. P. Pangaribuan.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Polsek Gunung Meriah atas motif kedua pelaku melakukan perbuatannya. (mbuah/red)

Berita Terkait