Kalapas Cipinang Bingung Kapolres Jakpus Sebut Napinya Pengendali Narkoba

SPB - Jan 08, 2021 23:50:36

SINAR PAGI BARU - JAKARTA.

Tepat diawal tahun 2021, Satresnarkoba Polres Jakarta Pusat diberitakan telah menangkap empat pelaku pengedar sepuluh kilo sabu-sabu di area Apartemen Grand Palace Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat (1/1/2021) dini hari.

Pada pemberitaan yang beredaran di media massa (mainstream) bahwa Kapolres Jakarta Pusat pada waktu itu menyebut ada dugaan pengedaran sabu-sabu itu dikendalikan oleh salah seorang napi yang ada di Lapas Cipinang.

Wartawan media ini mencoba mengkonfirmasi Kepala Lapas Cipinang, Tonny Nainggolan, dan kelihatannya dia bingung atas pemberitaan yang sudah beredar dan menyerer-nyeret nama insitutisinya sebagai pengendali peredaran narkotika.

Padahal sampai saat ini pihak Polres Jakarta Pusat belum memberikan kepastian ada indikasi asal muasal pengendalian narkotika hasil tangkapan Polres Jakarta Pusat di tahun baru 2021 itu adalah dari dalam Lapas Cipinang.

Atas pemberitaan yang sudah menyeret institusinya itu, Tonny menyampaikan akan melakukan investigasi, kalau pihak Polres Jakarta Pusat memastikan bahwa memang dugaan pengendali tersebut dari Lapas Cipinang itu.

"Nah, sampai sekarangpun pihak Polres Jakarta Pusat belum memastikan bahwa dugaan napi yang pengendali sabu itu dari sini, jadi siapa yang kami investigasi?," ungkapnya ketika diwawancara di kantornya, Kamis (7/1/2021).

Lebih lanjut, Kalapas Cipinang telah mengirim laporan atensi dan laporan resmi klarifikasi pemberitaan media terkait keterlibatan warga binaan Lapas Cipinang kepada Menteri Hukum dan HAM, Dirjen PAS, Humas Ditjen PAS, serta Kepala Kanwilkumham DKI Jakarta.

Untuk diketahui bahwa pemberitaan yang beredar tentang pernyataan Kapolres Jakarta Pusat adalah Kombes Heru Novianto, sekarang dijabat oleh Kombes Hengki Haryadi, Kamis (7/1/2021).

Sedangkan Kasat Narkoba Kompol Panjiyoga Polres Jakarta Pusat, saat hendak dikonfirmasi untuk tindaklanjut atas tangkapan pengedar sabu di tahun baru 2021 itu, yang telah menyeret-nyeret institusi Lapas Cipinang, salah satu personel kepolisian di sana tidak memperbolehkan wartawan media ini untuk mewawancarainya dengan alasan tidak diperkenakan wawancara kasat untuk dikonfirmasi oleh satu orang wartawan, kecuali oleh banyak wartawan, ujar penjaga, Jumat (8/1/2021).

(berkam/red)

Berita Terkait