JPIP Adakan Seminar di Kementerian Perindustrian, Lintong Manurung: Daya Saing Industri Menentukan Kemampuan Kita

SPB - Feb 28, 2019 15:13:48

SINARPAGIBARU, JAKARTA – Seiring perkembangan industri di indonesia, DPP Jaringan Pemerhati Industri dan Perdagangan (JPIP) menyelenggarakan seminar dengan tema ‘Seminar Meningkatkan Daya Saing Industri di Pasar Global’, yang bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, Karawang New Industry City, Gaikindo dan Aperlindo, Rabu (27/02/19) di Kementerian Perindustrian.

Ketua umum DPP JPIP Lintong Manurung menerangkan, bahwa daya saing industri itu menentukan kemampuan kita untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar, artinya tanpa ada daya saing yang tinggi kemampuan kita untuk menjual produk juga akan rendah.

“Kami melihat salah satu masalah keterlambatan kita untuk bertumbuh di sektor ekonomi itu msnyangkut daya saing industri. Jadi kalau kita lihat dari segi kemampuan kita, kalau ingib bersaing di pasar ekspor dan dalam negeri, menghadapi barang-barang impor tentu kita harus meningkatkan daya saing produk kita,” ujar Lintong.

Lintong juga mengatakan, kalau kita melihat analisis, dari beberapa lembaga penelitian kita termasuk yang belum beruntung di aspek kemampuan inovasi. Kalau di Asean kita hanya lebih tinggi dari Kamboja, jadi di lima negara kita terpuruk. Jadi inilah yang harus kita benahi, mengenai inovasi bagaimana negeri ini harus mengembangkan kemampuan riset dan komersialisasi.

Lintong menambahkan, untuk mengenai otomotif, “lima tahun belakangan ini kita sudah surplus kemampuan ekspor kita lebih tinggi dibanding impor. Adanya impor karena memang sebagian dari otomotif itu belum semua kita produksi. Kedepannya kita akan mengembangkan industri mobil listrik, yang lebih dominan yaitu baterainya karena sudah ada di Sulawesi dan kalau sampai ini kita kuasai, kita akan menjadi leader dalam sektor ini,” ucapnya.

Kepala Kompartmen Pengembangan Pasar Gaikindo, Yuniadi H. Hartono menyampaikan, pasar otomotif Indonesia saat ini bisa dikatakan belum cukup subur dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan angka penjualan dalam negeri diprediksi masih akan mengalami stagnan alias tidak bergerak masih sekitar 1 jutaan unit.

“Memang pada tahun 2018 penjualan dalam negeri industri otomotif meningkat dan mencapai angka 1.151.413 unit. Namun angka tersebut terbilang stagnan,
dibanding dengan tahun 2017 dengan penjualan 1.079.886 peningkatan tersebut terbilang kecil dan relatif stagnan. Menyikapi hal itu, Kementerian Perindustrian saat ini tengah berusaha mendorong ekspor kendaraan rakitan lokal,” pungkasnya.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian RI, Putu Juli Ardika juga mengatakan, kita akan mendorong produksi kendaraan dalam negeri untuk ekspor, untuk impor memang sangat selektif dan terkendali. Untuk ekspor sangat kita dorong,” imbuhnya.

Berdasarkan peta perjalanan industri 4.0 Putu mengatakan pada tahun 2021 akan memperkuat produksi dan ekspor kendaraan MPV (Multi Purpose Vehicle) dan LCGC (Low Cost and Green Car).

“Dari peta jalan menuju otomotif 4.0 target terdekat kita pada tahun 2021 memperkuat produksi lokal kendaraan ICE (Internal Combustion Engine) yang mana juga diiringi dengan mempercepat ekspor mulai dari kendaraan jenis MPV dan LCGC,” ungkap Putu.

 

Editor: Nanggar Ginting

Berita Terkait