JDN Siap Gelar Even Doa, Nyanyian dan Persembahan Selama 40 Hari

SPB - Jun 29, 2020 20:51:26

Memasuki New Normal, Jaringan Doa Nasional (JDN) Bakal Menggelar agenda doa, pujian dan penyembahan lewat live streaming online. Acara ini rencananya akan dilaksanakan pada 18 Juli sampai 17 Agustus, puncak perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 75.

Penanggung jawab acara Pendeta Tony Mulia mengatakan bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan merupakan momentum untuk membangkitkan semangat umat Tuhan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pasalnya, sampai hari ini virus Corona hampir melumpuhkan separuh aktivitas masyarakat dunia. Tak hanya mengancam kesehatan dan kematian saja. Tapi membawa imbas lemahnya roda ekonomi, hilangnya pekerjaan, kemiskinan serta perubahan sistem di dunia pendidikan.

“Kegiatan ibadah ke gereja pun hanya bisa dilakukan di rumah. Bahkan dalam sejarah kekristenan ini kali pertama dimana orang percaya diseluruh dunia melakukan ibadah dan perayaan Paskah di rumah masing-masing,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang disampaikan awak media, Jakarta, 26 Juli 2020.

Oleh sebab itulah, agar tak terjadi keputusan, Tony mengatakan JDN menggagas acara rohani selama 40 hari bertema doa “TahtaNya 24/40” yang dilandasi oleh Yesaya 66:1 Beginilah firman Tuhan: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku?.

Selain itu, dia menjelaskan acara yang akan dilaksanakan nanti dimulai dari pukul 12.00 WIB, 13.00 WITA, 14.00 WIT selama 40 hari dan berlangsung 24 jam. Kemudian, kegiatan yang dilakukan JDN juga dilaksanakan 17 Wilayah Regional, Sekota dan juga Kategorial Jaringan Doa Nasional (Wanita, Pemuda dan Anak).

“Bagi masyarakat dan warga gereja yang ingin menonton silahkan mengunjungi Youtube MDK Nasional,” ujarnya.

Intinya, Tony mengatakan pagelaran yang dibuat ini bukan sekedar sebuah event biasa. tapi sebuah panggilan kudus bagi setiap dari anak-anak Tuhan, keluarga, gereja lokal, pelayanan, rumah-rumah doa, dan semua suku-suku di Indonesia untuk menanggapi sebagai sebuah Keluarga Indonesia (Indonesian Family) yang sudah disiapkan Tuhan untuk waktu seperti ini (Ester 4:14).

“Sudah saatnya kita tidak lagi hanya fokus pada Covid-19. Justru ini waktu yang tepat untuk kita menghadirkan Takhta-Nya sebagai pusat perhatian melalui penyembahan, doa, dan syafaat kita 24 jam selama 40 hari, bersama-sama melepaskan penyembahan, pujian suara kita sehingga Takhta Tuhan itu hadir di Indonesia,” tutupnya. (AH)

Berita Terkait