Hambatan Dan Kekwatiran Pilpres 2019

SPB - Apr 14, 2019 20:05:45

SINARPAGIBARU – JAKARTA.

Anggota Komisi II DPR-RI, Irjen.Pol.(P) Drs. Eddy Kusuma Wijaya saat diwawancara Susno Duadji di salah satu program televisi streaming Aldeoz TV, Isu Susno Show (IssueS), beberapa waktu lalu menjawab pertanyaan Susno Duadji tentang adanya kekwatiran sebagian masyarakat atas pelaksanaan pemilu kali ini ada kemungkinan memecah persatuan dan kecurangan.

Dengan tenang Eddy Kusuma menerangkan bahwa tidak ada yang perlu dikwatirkan karena memang pemilihan kali ini sebetulnya adalah model baru, antusias tinggi masyarakat akan dihadapkan pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dengan pemilihan calon legislatif secara serentak. 

Ia menjelaskan bahwa nanti masyarakat di tempat pemungutan suara (TPS) akan diberikan 5 kertas suara untuk dicoblos, surat suara itu yakni untuk memilih Pilpres, untuk memilih DPR, untuk memilih DPD, untuk memilih DPRD Provinsi, dan untuk memilih DPRD Kabupaten/Kota, semuanya dalam waktu yang bersamaan. 

Sosialisi para pihak berwenang diantaranya Komisi Pemilihan Umum, Bawaslu dan pemerintah daerah bekerja keras untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat, termasuk juga masyarakat yang tinggal di pelosok pedesaan agar pemilu kali ini, yang lain dari sebelumnya, berjalan baik dan lancar.

Pihaknya sebagai Komisi II DPR-RI yang terdiri dari berbagai partai sering melakukan tinjauan ke daerah-daerah untuk memastikan bahwa kesiapan pemilu serentak ini betul-betul sudah siap dilaksanakan nanti tanggal 17 April 2019, ujar Eddy Kusuma Wijaya tokoh asal Sumatera Selatan ini yang ikut kembali dalam pertarungan politik Caleg DPR - RI Dapil 3 Banten (Tangerang, Kota tangerang, Tangsel) menjawab pertanyaan Susno Duadji.

Susno Duadji kembali mempertanyakan dugaan-dugaan di masyarakat adanya choas/keributan pada pemilu kali ini, Eddy menjawab bahwa pihaknya di komisi II DPR-RI tidak ada sama sekali laporan-laporan yang masuk termasuk juga laporan dari Polri dan TNI tentang adanya dugaan-dugaan atau kekwatiran akan adanya keributan itu.

Pihaknya juga sudah meminta aparat negara Polri dan TNI untuk memastikan betul kesiapan pengamanan pemilu nanti agar berjalan dengan aman dan damai, jawab Eddy sembari menjelaskan bahwa setiap pemilu tentu disambut baik oleh masyarakat walau dibumbui dengan adanya hoax.

Diwancara tersebut Susno menyoal tentang adanya kecurangan pemilu yang tersebar di media sosial, Eddy menerangkan bahwa pemilu curang tidak akan terjadi, karena sudah ada mekanismenya mulai dari dukcapil hingga kepada daftar pemilih tetap.

Eddy menjelaskan bahwa hambatan-hambatan yang ada hanya di masalah-masalah umum dukcapil, contohnya perubahan usia saat pemilihan pas tepat berumur 17 tahun, kemudian migrasi penduduk yang administasinya masih proses, akan tetapi orangnya sudah pindah.

Begitu juga dengan isu adanya warga negara asing punya KTP, bahwa warga negara asing tidak salah diberikan KTP tetapi tidak bisa untuk memilih karena WNA, yang bisa memilih itu adalah WNI, ungkap Eddy. (rinaldo)

Berita Terkait