HTW Beberkan Lebih Dari 100 PMI Masih Terlantar di Kepulauan Solomon Island

SPB - Dec 01, 2020 14:32:30

 

SINARPAGIBARU, Jakarta - Nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih terkatung-katung di negara Kepulauan Solomon Island. Mereka sedang meminta pertolongan kepada pemerintah agar segera dipulangkan ke tanah air. Bahkan sudah mengirimkan surat ke Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) supaya segera diperhatikan.

 

Ketua Human Trafficking Watch (HTW) Patar Sihotang mengatakan pihaknya sudah melaporkan masalah itu ke pemerintah. Termasuk meminta agar Benny Rhamdani, sebagai Kepala BP2MI segera memfasilitasi dan menjemput PMI tersebut. 

 

“Kasihan mereka, sekarang ini nasibnya sedang terlantar  di Solomon Island. Mereka mengaku merasa ditipu, karena gaji sudah tidak diberikan oleh perusahaan sesuai kesepakatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (1/12/20).

 

Dalam hal ini, Patar menjelaskan (HTW) sudah membuat surat permintaan perlindungan hukum PMI yang terlantar sebanyal 84 orang ke Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pada 09 November 2020. Kemudian diteruskan ke BP2MI. Dengan tujuan pemerintah bisa bergerak cepat melakukan upaya memulangkan PMI yang berada di Solomon Island.

 

 “Akhirnya usaha ini pun berhasil. Pada 17 November 2020, 30 PMI berhasil dipulangkan dengan penerbangan khusus dari Honiara International Airport Kepulauan Solomon pukul 16.00 waktu setempat. Lalu tiba dengan selamat di Jakarta pukul 23.00 WIB,” ungkapnya.

 

Namun, tanpa diduga, ternyata jumlah PMI yang meminta ingin pulang ke Indonesia justru bertambah.   Jumlahnya lebih dari seratus orang. Kondisi mereka juga  terlantar di Solomon Island. Belum tahu kapan akan bisa dipulangkan.

 

HTW berharap pemerintah segera memperhatikannya, karena PMI ini adalah korban penipuan. Mereka bekerja di perusahaan pertambangan Bauxite BMC  Ltd dan mengaku gajinya sudah tidak lancar lagi diberikan dari Juli sampai Oktober 2020. 

 

“Kami sudah beberapa kali meminta dan memohon kepada pemerintah dalam hal ini Kemlu dan BP2MI agar mengambil tindakan kontijensi memulangkan para PMI ini. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan mempengaruhi harga diri bangsa, tandasnya.

 

Sebelumnya, Benny Rhamdani mengatakan telah berkomitmen akan memerangi sindikat perdagangan orang dan melindungi nasib PMI di luar negeri. Dia menegaskan negara tidak boleh tutup mata, tapi harus hadir, ketika sudah banyak masyarakat menjadi korban.

 

“Dibawah kepemimpinan saya, BP2MI siap memerangi  pelaku perdagangan orang dan melindungi PMI kita semua di luar negeri. Saya sudah diperintahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka bekerja diluar negeri juga bukan jadi pengemis dan merugikan negara. Tapi ingin merubah nasib dan menjadi pahlawan devisa,” tandasnya. (Charles).

 

 

 

Berita Terkait