Dugaan Penyelewengan ADD, Warga Desa Gempol Klutuk Minta Laporan Diproses Secara Profesional dan Transparan

SPB - Apr 13, 2019 17:06:04

SINARPAGIBARU,  SURABAYA - Pembangunan sarana prasana di Desa merupakan program infrastruktur yang sangat baik dan patut mendapatkan pujian dan penghargaan yang luar biasa dari Pemerintah Daerah maupun pemerintah Pusat.

Lantas bagaimana kalau pembangunan desa tersebut dibangun dengan menggunakan dana desa, akan tetapi dalam pelaksanaan dan pengerjaan tidak diselesaikan sampai selesai pembangunannya.

Dana desa sehingga sangat mudah  untuk di selewengkan dan di gunakan untuk memperkaya diri sendiri. oleh Kepala Desanya, hal ini dimungkinkan sekali karena kewenangan kepala desa sangat luas sekali, maka kalau pengawasan dari BPD lemah sangat bahaya bagi penggunaan dana desa oleh seorang kepala desa, apalagi peran serta dari masyarakat desa apatis dalam kontrol pengawasan penggunaan dana desa.

Namun beda dengan Masyarakat Desa Gempol Klutuk kab. Sidoarjo dalam hal partisipasi pengawasan dana desa yang ada di desanya. Bahwa dalam pelaksanaan penggunaan dana desa masyarakat di desa tersebut mempunyai peran serta yang aktif dalam pengawasannya,hal ini ditunjukkan dengan membuat laporan ke pejabat yang berwenang dengan tembusan-tembusan  ke pejaba yang berwenang yang ada di Jawa Timur maupun di Pusat Jakarta serta media massa baik online maupun surat kabar .

Hasil investigasi wartawan Sinar Pagi Baru biro Surabaya menemukan beberapa pembangunan infrastruktur di desa tersebut tdk terselesaikan dalam  pelaksanaan yang dianggarkan dari dana desa, sebagaiman dalam pantaun kami yaitu Dana Desa dianggarkan di APBDesa  tahun 2017 yaitu untuk Paving dan Pedamping RT.01 RW. 01 sebesar Rp.172.219.500,- dilanjutkan pada Tahun 2018 dengan anggaran sebesar Rp. 115.490.000,- maka total anggarannya adalah sebesar Rp. 287.709.500.

Dari pantuan Wartawan Sinar Pagi Baru biro Surabaya, pemasangan pavling di desa tersebut seharusnya diperkirakan, seharusnya di paving 298 m akan tetapi hanya di paving sekitar 160m. Hal ini di sampaikan pula oleh warga Desa Gempol yang berinsial NS kepada wartawan Sinar Pagi Baru saat investigasi "Ya memang benar Pak di desa kami melaksanakan pemasangan pavling tapi dalam pelaksanaan oleh Kepala Desa tidak sesuai dengan anggaran,” jelas NS

NS juga mengatakan pihak nya bersama GP sebagai pengawas dari masyarakat Desa Gempol Klutuk secara mandiri  menginginkan agar persoalan ini dapat ditangani oleh pihak yang berwenang sesuai dengan surat laporan yg dibuatnya secara cepat dan profesional, karena dia berpendapat pula bahwa Kepala Desanya yang bernama Nutriyo seakan-akan kebal hukum dan selalu alasan sakitnya menjadikan senjata yang kuat untuk menghindar dari pemeriksaan oleh Pejabat yang berwenang, padahal kalau ada masalah duit dan penggunaannya maka akan sembuh.

Tim wartawan Sinar Pagi Baru pada waktu minggu yang lalu berkunjung ke Balai Desa dan ke Rumah Kepala Desa Nutriyo memang dalam keadaan sakit namun pada waktu di lain hari senin tanggal 08 April 2019 pkl 13.00 Wib, ada kegiatan konsolidasi pemerintahan aparat desa Gempol Klutuk, Kepala Desa Nutriyo sehat dan memimpin rapat dengan didampingi oleh Kasi Pemerintahan Kec. Tarik Kab. Sidoarjo. 

Harapan dari dua warga Desa Gempol Klutuk berharap laporan bisa ditindaklanjuti sampai proses hukum yang benar transparan serta profesional dari para pejabat yang berwenang, sehingga desanya dapat menikmati hasil yang masksimal dari limpahan dana desa yang besar dari masa pemerintahan Bapak Presiden Jokowi. bersambung(Leo Eka Haryanto/Takim )

Berita Terkait