Direktur PWNI dan BHI Kemlu Ucapkan Duka Pada Keluarga Siti Julaeha PMI Yang Meninggal di Arab

SPB - Oct 02, 2021 19:20:56

SINAR PAGI BARU-JAKARTA.

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atas nama Siti Julaeha, pemegang paspor nomor B6405xxx dikabarkan meninggal dunia pada tanggal 05 September 2021. Namun hingga berita ini diturunkan pihak keluarga belum menerima surat-surat resmi tentang kematian Siti dari pihak terkait.

Saat wartawan Sinar Pagi Baru menghubungi pihak KBRI Riyadh untuk meminta tanggapan atas kematian Siti Julaeha, pihak KBRI Riyadh belum bisa memberikan keterangan resmi.

Hal itu karena masih harus berkordinasi dengan pihak Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI&BHI) Kementerian Luar Negeri di Jakarta.

Saat dihubungi wartawan Sinar Pagi Baru, Direktur PWNI&BHI, Judha Nugraha, membenarkan adanya kematian seorang pekerja migran di Arab Saudi atas nama Siti Julaeha yang disebabkan Covid-19.

Dia menjelaskan langkah-langkah yang sudah dilakukan Kemlu dan KBRI Riyadh diantaranya, sudah menyampaikan surat pada tanggal 6 Sept 2021 tentang informasi meninggalnya PMI asal Lampung atas nama Siti Juleha karena covid 19 setelah dirawat selama dua bulan di rumah sakit.

Sehingga sesuai aturan, jenazah covid harus dimakamkan di Saudi. Kemudian pihaknya sudah menghubungi keluarga (kakak kandung Siti) menginformasikan kabar berita duka tersebut.

Atas izin keluarga, proses pemakaman dilakukan tanggal 10 September 2021 di TPU Riyadh. Sedangkan hak-hak almarhumah sudah diberikan kepada ahli warisnya berupa uang gaji selama dua bulan dan uang duka atau uang hadiah dari majikan.

Terkait surat kematian dan dokumentasi pemakaman, Judha menerangkan bahwa pihaknya sudah menyampaikan sebanyak dua kali surat resmi kepada keluarga, masing-masing tertanggal 16 September 2021 dan tanggal 21 September 2021.

Diakhir konfirmasi dengan wartawan Sinar Pagi Baru, Judha menyampaikan ucapan belasungkawa dan duka kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ditempat terpisah, pihak keluarga yang dikonfirmasi wartawan media ini mengaku belum menerima surat-surat ataupun dokumentasi resmi dari pihak terkait tentang kematian Siti Julaeha.

Diceritakan bahwa Siti Julaeha sudah bekerja sebagai pekerja migran sejak tahun 2011. Keluarga langsung mendapat kabar dari KBRI Riyadh via telepon atas kematian Siti yang meninggal di rumah sakit.

Kemudian pihak KBRI menjelaskan bahwa jenazah yang terkena covid-19 tidak bisa langsung dibawa pulang ke tanah air, bisa memakan waktu lama.

Sehingga pihak KBRI memberikan alternatif jenazah Siti bisa dimakamkan di Arab Saudi, dan pihak keluarga perlu membuat surat pernyataan kesediaan untuk proses pemakamannya. Beberapa hari kemudian, keluarga Siti mendapat video pemakaman almarhum dari KBRI via WhatsApp.

Begitupun keterangan dari kuasa hukum keluarga Rinaldo Sijabat, SH, MH, CLA, memaparkan bahwa keluarga sama sekali belum mendapat surat resmi dari pihak KBRI maupun pemerintah daerah setempat.

Namun ada sedikit janggal terkait video pemakaman tersebut, karena dalam proses pemakamannya, petugas tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang umum digunakan petugas dalam pemakaman Jenazah Covid-19.

Untuk itu, dia meminta kepada pihak terkait agar segera membantu menyelesaikan proses-proses administrasi atau dokumen kematian Siti Julaeha, agar keluarga mendapat penjelasan penyebab kematian Siti.

Kemudian meminta transparansi terhadap apa yang menjadi hak-hak almarhum untuk diberikan kepada keluarga.

Seperti diantaranya barang-barang peninggalan almarhum, nilai nominal uang kerohiman dari majikan, nilai uang gaji yang belum dibayarkan, maupun asuransi yang bisa diklaim, dan sebagainya.

Dia juga menjelaskan bahwa Siti  sebagai pekerja migran dan memiliki perpanjangan kontrak sebagai pekerja migran yang sudah disahkan oleh pihak KBRI Riyadh, tutupnya. (Crls)

 

Berita Terkait