Damang Kepala Adat Laung Tuhup Hilangkan Fasilitas Hinting Masyarakat Adat

SPB - May 11, 2019 19:44:49

SINARPAGIBARU, MURUNG RAYA - Adanya peran adat karena keberadaan masyarakat adat yang turun temurun dijaga dan dipakai secara sah dan diakui oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Ironisnya di wilayah Kecamatan Laung Tuhup terjadi tindakan penistaan dan pelecehan adat istiadat oleh Damang kepala adatnya sendiri.

Dengan adanya penyerobotan tanah dan perusakan tanam tumbuh milik masyarakat dilingkungan adat istiadat Kecamatan Laung Tuhup oleh perusahaan yang berinvestasi di Desa Penda Siron Kecamatan Laung Tuhup,Kabupaten Murung Raya yaitu Pt. ADARO METCOAL COMPANIES, sudah berlarut-larut permasalahan gugatan masyarakat pemilik tanah/kebun baik lewat mediasi dan mengajukan gugatan ke pengadilan bahkan sampai melibatkan lembaga adat yang ada di wilayah itu sendiri untuk menangani permasalahan agar bisa diselesaikan dengan hukum adat.

Pada tanggal 1 Mei 2019 masyarakat pemilik tanah/kebun berkoordinasi dengan Damang kepala adat Kecamatan Laung Tuhup, dan sepakat sekaligus mengeluarkan Rekomenfasi kepada keluarga pemilik tanah/kebun untuk menyelenggarakan pemasangan Hinting Adat yang menghadirkan Damang untuk menyaksikan langsung ritual pengucapan janji kepada para leluhur dan keramat bahkan (ruh halus) dengan tujuan agar pihak perusahaan menghargai adat istiadat masyarakat dan segera memperhatikan adanya kepemilikan tanah/kebun yang ada di lingkungan adat.

Hinting Adat berjalan selama 5 hari, (5/5/2019) Ketua Umum Dewan adat Dayak Kabupaten Murung Raya Perdi M Yosef beserta jajaran, Wakil Bupati Murung Raya, Kadis Lingkungan Hidup Kab. Murung Raya Kadis Perkebunan Kab. Murung Raya, Camat Laung Tuhup, Kapolsek Laung Tuhup mengunjungi lokasi tanah/kebun milik masyarakat yang diserobot dan telah dipasang Hinting Adat (Tanda Larangan) melintas dan melakukan kegiatan diatas tanah/kebun yang masih dalam status sengketa.

Pada saat kedatangan rombongan Dewan Adat dan Wakil Bupati serta yang lainnya mencoba kosultasi seputar Pemasangan Hinting Adat dan Peranan Damang Kepala Adat pada ritual pemasangan hinting adat. Juga membahas rencana ritual pelepasan hinting tersebut serta memfasilitasi rencana  mediasi antara masyarakat pemilik tanah/kebun dengan pihak perusahaan. Akan tetapi dengan hilangnya benda-benda fasilitas hinting adat pada malam hari tanggal 7 Mei 2019 pukul 7:15 dicuri oleh Damang itu sendiri, atas perintah siapa masih dipertanyakan. (Bersambung).  (Js) 

Berita Terkait