Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Embung Rp 123 Milyar, Aktivis Ini Siapkan Laporan Ke KPK RI

SPB - Jul 23, 2019 06:50:24

Pangkalpinang,Bangka Belitung,SINARPAGIBARU.COM - Viral dalam pemberitaan terkait dugaan korupsi mega proyek Embung Gunung Mentas di Kabupaten Belitung senilai Rp123 miliar mendapat sorotan dari banyak penggiat korupsi di Kepulauan Bangka Belitung.

 

Marshal Imar Pratama, Ketua Aktivis Anti Korupsi Babel menyebutkan bahwa dirinya tak main-main dalam waktu dekat akan membuat laporan resmi ke lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

 

Bahkan Marshal mengatakan dirinya sudah berkordinasi dengan penyidik lembaga anti rasua terkait laporannya. 

 

"Pertama saya prihatin dengan apa yang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mega proyek senilai 123 miliar kuat dugaa saya syarat penyimpangan. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan akan saya laporkan langsung ke KPK," tegas Marshal dibincangi wartawan, Senin (22/7/2019).

 

Bahkan, kata Marshal, dirinya sudah berkordinasi dengan penyidik KPK. 

 

"Saya akan langsung datang ke kantor KPK di Jakarta. Sebelumnya saya sempat ditanyakan harus membawa laporan dan ditanya terkait sumber dana proyek Embung Gunung Mentas dari APBN dan dari Kementerian PU," katanya. 

 

Kenapa sampai mau melapor ke KPK, sambung Marshal, bahwa dirinya menilai Aparat Penegak Hukum (APH) yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak mampu untuk menguak dugaan korupsi Mega Proyek Embung Gunung Mentas di Kepayang Kacang Botor Kecamatan Badau Kabupaten Belitung. 

 

Disebutkannya, terlihat jelas ketidakseriusan mereka dalam pemberantasan tindak pidana korupsi Mega Proyek tersebut.

 

"Karena alasan ketidakmampuan itulah sehingga kami menganggap penting untuk harus melibatkan KPK RI dalam perihal ini. Nilai proyek yang telah menghabiskan dana negara sebesar Rp.123 miliar dari dana APBN sejak tahun 2016 sampai tahun 2018 adalah sesuatu yang tidak bisa diterima akal sehat," ungkap Marshal. 

 

Mirisnya lagi, kata Marshal, hingga saat ini mega proyek tersebut belum bisa dimanfaatkan.

 

" Timbul pertanyaan dari kita bagaimana fungsi dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan kontrol pada mega proyek tersebut baik itu eksekutif, legislatif dan yudikatif serta kontraktor yang bertanggungjawab pada mega proyek tersebut dan sejauh mana peran serta fungsi mereka dari segi pengawasan," bebernya. 

 

Bila terbukti mereka melakukan pembiaran, sebut Mashal, maka kami akan meminta pertanggungjawaban juga dari mereka.

 

"Indikasi awal sudah terlihat dan saya yakin bahwa dugaan pengerjaan mega proyek ini tidak sesuai spek akan menjadi point penting untuk mengusut tuntas perihal tersebut. Kami sudah mengantongi dua alat bukti permulaan awal terhadap mega proyek tersebut. Oleh karena itu, kami mempercayai KPK RI dalam penuntasan dugaan korupsi mega proyek tersebut," harapnya. 

 

 

Sementara itu, Jhoni, Kasatker PJPA dalam proyek Embung Gunung Mentas mengaku kalau dirinya sudah pernah memperbaiki kerusakan akibat jebolnya dinding.

 

Menurutnya, penyelesaian perbaikan dinding embung ambruk sesuai dengan target yang sudah ditentukan pekerja.

Ambruknya dinding embung sejak 22 Januari 2019 lalu dan lambannya pihak PT. Patimah Indah Utama selaku pemenang tender melakukan perbaikan, sempat membuat petinggi PT. Bangka Cakra, Bambang Pati Jaya meradang.

 

Perusahaan yang memiliki cabang di Belitung ini kemudian mengambil alih perbaikan setelah melihat belum ada tanda-tanda dari PT. Patimah Indah Utama untuk segera memperbaikinya," jelasnya dibincangi di kantornya beberapa waktu lalu. 

 

"Kita sudah sempat bongkar dan perbaiki dinding embung yang sempat ambruk. Jadi tidak ada masalah lagi, " tambahnya. 

 

Bahkan Jhoni juga mengatakan bahwa proyek Embung tersebut masih dalam tahap pemeliharaan. 

 

"Masih dalam tahap pemeliharaan sampai 7 Januari 2020 dan untuk diketahui saya ini PPK yang ke empat setelah Pak Roni, Mahipal, satu lagi dan setelah itu saya, " bebernya. 

 

Diakui Jhoni, terkait belum terpasangnya WTP (Water Treatment Plan) atau saluran pengolahan air itu dikerjakan oleh pihak SPAM. 

 

Diberitakan sebelumnya, proyek sarana air baku (embung) Gunung Mentas di Belitung tepatnya di Dusun Kepayang, Desa Kacang Butor menggunakan dana APBN tahun anggaran 2016, 2017, dan 2018 senilai Rp123,2 miliar yang dikerjakan PT. Patimah Indah Utama, dan PT. Bangka Cakra Karya selaku KSO.

Berita Terkait