Benny Rhamdani Kecam Peristiwa Yang Dialami Mei Herianti, Kemnaker Diminta Tinjau Ulang Penempatan Ke Malaysia

SPB - Nov 26, 2020 13:12:33

 

SINAR PAGI BARU – DEPOK.

 

Benny Rhamdani, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), mengutuk peristiwa yang dialami oleh seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Mei Harianti yang diketahui mendapat kekerasan fisik dari majikannya di Malaysia.

 

Benny segera meminta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk segera meninjau ulang penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Malaysia. Menurut dia, negara Malaysia tidak memberikan pelindungan kepada PMI.

 

"Adanya kasus yang baru-baru ini  terjadi yaitu penyiksaan kepada seorang  PMI di Malaysia oleh sepasang majikan yang mendera secara keji PMI  hingga seluruh badan, telah membuktikan bahwa ini adalah pelanggaran berat," jelas Benny  dalam silaturahmi Nasional bersama Perusahan Penempatan Pekerja Migran (P3MI) di Depok, Kamis 26/11.

 

Permintaan kepada Kemnaker itu diminta agar tidak boleh lagi terjadi kasus-kasus serupa menimpa para PMI. Pesan Presiden sudah sangat jelas, bahwa berikan pelindungan kepada PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki, tegasnya.

 

"Ini mengandung makna yang sangat dalam, saya selalu katakan  PMI adalah pejuang, mereka adalah  pahlawan devisa dan pahlawan bagi keluarganya," pungkasnya.

 

Mei Herianti lahir 7 Mei 1994, ia telah bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) dengan nomor Passpor AU666196. Mei Herianti  diberangkatkan secara prosedural melalui  proses  di UPT  BP3MI Jakarta dan mempunyai Kartu  Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).

 

November 2020 Polisi diraja Malaysia (PDRM)  melakukan operasi penggerebekan sebuah rumah beralamat di Nomor 23 Jalan J Taman Batu 52000 Kuala Lumpur.

 

Tujuan penggerebekan adalah untuk menyelamatkan seorang PLRT  bernama Mei Haryanti yang diduga disiksa oleh majikannya secara keji.

 

Operasi didasari laporan Tenaganita Petaling yang berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur setelah Tenaganita  menerima aduan masyarakat sekitar yang melihat korban dibiarkan tidur di teras oleh majikan di dalam kondisi yang mengenaskan.  Saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit Kuala Lumpur karena kondisinya yang cukup memprihatinkan.

 

"BP2MI  dan KBRI akan terus melakukan pendampingan proses hukum kasus ini untuk memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sekaligus perlindungan terhadap korban," tegas Benny.

 

Buntut dari kasus tersebut, PDRM  telah menangkap dua tersangka majikan suami istri bernama Lim Sore (P) p dan Tuan Ann (L), keduanya tercatat beralamat  B 11 7 Blok B  Casa Magna  Jalan Prima 10 Metro Prima Kepong 52100 Kuala Lumpur. (charles sijabat/sitinjak)

 

Berita Terkait