Barantan Lepas Ekspor 8 Komoditas Pertanian Ke Mancanegara

SPB - Apr 23, 2019 12:36:40

SINARPAGIBARU, JAKARTA – Kementerian Pertanian RI melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) melepas sejumlah komoditas pertanian yang telah memenuhi persyaratan kesehatan ke beberapa negara.


Pelepasan komoditas pertanian ini dilakukan di Container Yard, PT Multi Terminal Indonesia (MTI) CDC Banda Jl. Pasoso No. 1 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (22/04/2019).


Kepala Barantan Ali Jamil menyebutkan yang di ekspor Kakao biji sebanyak 160 ton, kopra 96 ton, pinang biji sebanyak 81 ton, manggis 75 ton, olahan susu 17,3 ton, 3.108 batang draceana dan yang paling menarik larva kering dari lalat hitam sebanyak 11,4 ton.


Melalui pelabuhan tanjung priuk, hari ini kami melepas komoditas pertanian yang nilainya mencapai 11 miliar. Ada salah satu komoditas yang cukup membanggakan, yakni ekspor belatung atau disebut larva yang dikirim ke Belanda,” ucap Ali


Ali juga mengatakan, sesuai isntruksi presiden kepada kementerian pertanian utuk membuka Peluang pasar ekspor pertanian Indonesia dan meningkatkan daya saing komoditas pertanian Indonesia di pasar Internasional,” ungkapnya.


Barantan sendiri melakukan penjaminan kesehatan terhadap komoditas melati ekspor berupa pengawasan kesehatan komoditas pertanian tersebut agar bebas dari hama dan penyakit tumbuhan, seperti serangga hidup. Diantaranya dilakukan perlakuan pencelupan insektisida (dithane) dan pendinginan. Hal tersebut dilakukan agar eksportasi melati dapat memenuhi persyaratan sanitary dan phytosanitary (SPS) negara tujuan.


Jadi dengan pengawasa ini kita pastikan tidak mengandung serangga dan lain-lain, biar nanti aman sampai sana, tidak ditolak di negara tujuan,” jelas Ali.


Dalam kesempatan sama Kepala Karantina Tanjung Priuk, Purwo Widiarto menyampaikan sepanjang tahun 2018, frekuensi ekspor komoditas tumbuhan ke luar negeri yang melalui tanjung priuk sebanyak 12.700 kali. Frekuensi itu meningkat 8 persen dibandingkan tahun 2017 yaitu 11.594 kali. Ucapnya.


Purwo Widiarto menambahkan, melalui program kegiatan Agro Gemilang ini diharapkan dapat mendorong para petani muda untuk memasuki pasar ekspor.


Diharapkan dengan adanya gerakan Agro Gemilang mampu memberikan konstribusi kepada peningkatan ekspor. Hal ini merupakan bentuk dukungan Balai Karantina Pertanian dalam rangka mendorong pertumbuhan dan akselerasi ekspor hasil pertanian di seluruh Balai Karantina yang ada di Indonesia”. Pesan Purwo Widiarto


Editor: Ginting

Berita Terkait