Bangun Sinambela : Kinerja Pengurus Menentukan Kwalitas Koperasi

SPB - Aug 06, 2019 11:51:22

SINARPAGIBARU, JAKARTA - Koperasi yang sehat adalah koperasi yang dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggota. Pengurusnya harus mampu memberikan pertanggungjawaban penuh serta menunjukkan prestasi kerja yang baik atas kinerjanya. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwasannya sebuah koperasi sejatinya adalah milik anggota.

"Pengurus juga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi anggota untuk bersama-sama mengembangkan koperasi agar kedepan mampu melahirkan pemikiran-pemikiran yang maju dan inovatif" kata manajer Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri Cabang Cikupa, Bangun Sinambela, dalam wawancara khusus dengan media ini beberapa hari yang lalu di Jakarta.

Bangun menyampaikan, KSP Makmur Mandiri cabang cikupa selalu masuk dalam kategori 3 (tiga) besar cabang terbaik dari ratusan kantor cabang KSP Makmur Mandiri di seluruh penjuru tanah air. Ia mengatakan salah satu strategi yang  digunakannya adalah dengan memberikan sosialisasi yang baik kepada masyarakat dengan cara membangun minat dan kepercayaan untuk bergabung menjadi anggota. Itulah salah satu contoh dari strategi sederhana yang kami terapkan, jelas Bangun.

Karena KSP Makmur Mandiri ini adalah milik anggota, kata Bangun, tentu kami sebagai pengurus maupun karyawan harus mampu memberikan pelayanan yang prima kepada anggota, jelasnya lebih lanjut.

Selain pelayanan yang prima, kami juga diharuskan tanggap untuk selalu hadir dalam mengatasi setiap permasalahan yang ada. Yang tidak kalah penting bagi kami adalah menyerap informasi terkini seputar pengembangan koperasi khususnya koperasi simpan pinjam, lanjut Bangun.

Menurut bangun, sampai dengan saat ini anggota KSP Makmur Mandiri cabang Cikupa terlibat aktif dalam membangun koperasi ini. Hal tersebut nampak jelas terlihat  ketika sebagian besar atau sekitar 70% anggotanya selalu datang kekantor setiap bulannya untuk melakukan transaksi baik untuk menyimpan ataupun melakukan pinjaman. Dengan cara itu rasa memiliki anggota terhadap koperasi ini dapat ditanamkan dengan baik, katanya.

Selain itu, kata Bangun, dengan melihat minimnya kepercayaan masyarakat dan banyaknya praktek diluar ketentuan undang-undang yang mengakibatkan rusaknya nama koperasi saat ini, pengetahuan tentang perkoperasian menjadi bahan yang sangat penting dan harus intens diberikan kepada anggota maupun masyarakat luas. 

"Karna masih banyaknya masyarakat yang belum memahami koperasi, kami sebagai pengelola koperasi berkewajiban untuk berperan aktif dalam mensosialisasikan pemahaman tentang koperasi yang sebenarnya" paparnya Bangun.

Diakhir wawancara, Bagun menyebutkan bahwa koperasi dikatakan berhasil atau sukses jika mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya karena dapat menciptakan nilai tambah dari usaha yang dimiliki anggota.

"Jika anggota ingin memperoleh nilai tambah yang besar maka anggota harus aktif berpartisipasi dalam koperasinya. Semakin sering berpartisipasi, semakin besar nilai tambah yang mereka dapatkan. Agar koperasi dapat memberikan nilai tambah kepada anggota, maka koperasi itu harus mempunyai dan mengaplikasikan kinerja yang baik" tandasnya (Agus)

Berita Terkait