3 Saksi JPU Hadir Sidang Kasus Order Fiktif, Kuasa Hukum Terdakwa Kecewa dan Akan Lapor Balik

SPB - Mar 24, 2020 09:54:18

CIBINONG, SINARPAGIBARU - PN Cibinong kelas 1A kembali gelar sidang lanjutan perkara nomor 70/pid.b/2020/Pn.cbi. Dengan terdakwa Lala, 18/3/2020.  sedang beragenda pemeriksaan saksi JPU ini dengan menghadirkan 3 saksi antara lain, Rizal Syafei (marketing pelapor), Murdianto (direktur Operasional) , dan saksi Dewi Purwanti (staff Finance), dalam kesaksiannya di muka sidang nampak banyak pertanyaan Hakim yang tidak dapat dijawab oleh saksi", seperti saksi Rizal mengatakan kerugiannya atas dituduhkan kepada terdakwa menjadi risiko perusahaan kata Rizal , lalu Hakim mengatakan kalau menjadi resiko perusahaan Mengapa membuat laporan? dan saksi Gagap tidak bisa menjawab namun banyak juga yang bisa dijawab saksi sekalipun banyak jawaban hanya tidak tahu, demikian kata Tina Kakak tertua terdakwa, Tina juga mengatakan, Bagaimana mungkin seorang pemberi kuasa (Murdianto) dan penerima kuasa (Rizal) menjawab tidak tahu ketika ditanya jumlah kerugian nya dalam persidangan itu harusnya seorang pelapor wajib mengetahui laporannya dari A sampai Z apa Yang dilaporkan nya, imbuh Tina, Tina juga menambahkan Murdianto juga Jawab tidak tahu ketika ditanya jumlah kerugian, ketika ditanya Lala diberhentikan apa mengundurkan diri dia juga Jawabnya nggak benar dia jawab karena Lala tidak benar dalam bekerja maka Murdianto menyuruh Lala mengundurkan diri, terang Tina.

Seusai sidang di tempat yang sama Murdianto mengatakan semua saya percayakan kepada hakim saja terserah mau dihukum berapa saja sambil berdiri dia mengatakan saya tidak mau di konfirm kata Murdianto singkat dan berlalu, demikian juga Rizal mengatakan saya tidak ada beban apa yang saya tahu yang saya katakan, dan Lala walaupun sedikit pasti ada salahnya Apakah itu bukan pidana, terang Rizal yang pada waktu itu sama-sama sebagai marketing PT BNB tersebut.

Masih di tempat yang sama, toisutta SH selaku kuasa hukum terdakwa dengan tegas ia mengatakan saya tidak habis pikir, menurutnya pada perkara ini sudah tidak harus p21, karena saya lihat di sini Martinus bertindak sendiri, sedangkan di situ BNB ada direksi lain ada Andrias di perusahaan dan audit kerugian yang mereka lakukan sangat diragukan hanya internal tanpa melibatkan audit eksternal terang toisutta, dia juga menambahkan saya akan lapor balik Murdianto pungkasnya. ( Ag/Dm)

Berita Terkait